Bachelor of Interior Design Telkom University

Archives for Juli, 2023

Jul
31

Perancangan Interior Area Bermain Indoor untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini

Anak adalah potensi utama bagi masa depan suatu bangsa. Mereka tidak hanya sebagai cikal bakal penerus bangsa tetapi juga sebagai individu yang diharapkan memiliki daya saing yang tinggi. Kepribadian dan kualitas individu pada masa dewasa sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan pendidikan yang diperoleh pada masa kanak-kanak. Sekolah PAUD bagi anak-anak usia 0-4 tahun menerapkan konsep bermain sambil belajar (recreation learning) yang bertujuan membantu pengembangan diri anak-anak. TK Karya Putra dipilih menjadi mitra sasar untuk program Pengabdian kepada Masyarakat terkait dengan pembinaan pengembangan Pendidikan berkualitas yang harus dimulai sejak dini yaitu setingkat PAUD / TK. TK Karya Putra sangat memerlukan bantuan untuk penataan ruang interior dengan keterbatasan tempat dan kapasitas murid yang meningkat. Begitupun dengan penyesuaian metode pembelajaran di sekolah tingkat usia dini yang memerlukan konsep ruang bermain sambal belajar untuk meningkatkan imajinasi dan kreativitas anak. Untuk mendukung metode pembelajaran tersebut perlu adanya furniture dan layoutnya yang sesuai dengan standar ergonomi anak, sehingga anak akan merasa nyaman selama proses bermain dan belajar. Tim Dosen : Aida Andrianawati (NIP : 20730002) Vika Haristianti, S.Ds., M.T (NIP: 20910029) Dr. Djoko Murdowo, MBA (NIP : 17570022) Anggota Mahasiswa : Na’im Jadid (NIM : 1603210056) Adika Prawira Putra (NIM : 1603213076)

By ardiantodito | Uncategorized @id
DETAIL
Jul
06

Implementasi Konsep Perancangan Ruang Tunggu Yang Disesuaikan Kebutuhan Pengguna Di Pos Paud Fathonah

Pos PAUD FAthonah, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Jawa BaratOleh Tim Dosen Prodi Desain interior, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom Pos PAUD Fathonah merupakan sebuah sarana pendidikan anak usia dini yang terletak di Desa Lengkong, Kecamatan Bojong Soang, Kabupaten Bandung. Alamat lengkap Pos PAUD Fathonah berada di Kampung Ciganitri RT 02 RW 09, Lengkong, Kec. Bojongsoang, Kab. Bandung Prov. Jawa Barat. Pos PAUD Fathonah berdiri sejak tahun 2015 yang merupakan swasembada dari Desa Lengkong itu sendiri. Pos PAUD Fathonah menerima semua siswa didik tanpa dikenakan iuran wajib. Biaya operasional Pos PAUD Fathonah berasal dari swasembada Desa Lengkong. Setiap tahunnya Pos PAUD Fathonah menerima peningkatan jumlah siswa-siswi, hal tersebut disebabkan oleh semakin baiknya sarana dan prasarana yang terdapat di Pos PAUD Fathonah. Sarana dan Prasarana yang diterima oleh Pos Paud Fatonah juga banyak yg berasal dari sumbangan dari warga sekitar hingga pemerintah setempat. Dengan semakin baiknya sarana dan prasarana di sekolah tersebut, maka antusiasme warga sekitar untuk menyekolahkan anaknya di Pos Paud Fathonah juga semakin tinggi.   Saat ini pemerintah telah membuat peraturan mengenai sistem pembelajaran di masa pandemi. Sistem pembelajaran di POS PAUD Fathonah sudah 100% secara tatap muka. Siwa dan siswi belajar secara langsung dimulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 09.30 WIB. Dengan jam belajar yang hanya 2 jam tersebut membuat para orang tua memilih menunggu anaknya bersekolah alih-alih pulang dahulu kerumah. Hal tersebut dikarenakan banyak orang tua yang memiliki rumah yang jauh dari Pos PAUD Fathonah, atau bahkan tidak memiliki kendaraan pribadi sehingga sulit apabila pulang dahulu kerumah kemudian menjemput disaat jam pulang. Akan tetapi dengan banyaknya orang tua menunggu anaknya di ruang koridor, hal tersebut ternyata memberi permasalahan tersendiri untuk kegiatan belajar mengajar di Pos PAUD Fathonah. Permasalahan yang muncul antara lain; kebisingan diruang koridor yang terasa sampai keruang kelas, ruang koridor yang menjadi kotor akibat adanya kegiatan lain seperti memberi makan anak, dan ruang yang terasa semakin sempit. Permasalahan tidak hanya terkait kondisi ruang, akan tetapi juga menyangkut rasa nyaman pengguna. Dikarenakan ruang tunggu tersebut dihuni oleh berbagai macam jenis pengguna khusus seperti; lansia dan ibu menyusui maka rasa nyaman pengguna khusus tersebut bisa terganggu juga. Dapat diambil contoh yaitu untuk pengguna yang membawa bayi akan kesulitan untuk melakukan kegiatan menyusui dan untuk lansia akan merasa sesak disebuah ruang koridor yang ramai. Dari pemaparan tersebut maka hal ini menjadi perhatian khusus karena dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Terlebih lagi akan ada pengembangan sarana dan prasarana di Pos PAUD Fathonah khususnya ruang tunggu oleh pihak swasembada yaitu Desa Lengkong, Ciganitri. Tim juga sudah berkordinasi dengan pihak Desa Lengkong terkait pengembangan tersebut dan pihak Desa Lengkong sangat mengapresiasi rencana kerjasama dikarenakan sampai saat ini belum ada rancangan gambar untuk pengembangan tersebut. Untuk itu, tim sepakat akan merancang sebuah ruang tunggu yang disesuaikan dengan aktifitas dan kebutuhan penggunanya. Perancangan ruang tunggu tersebut akan mempertimbangkan aspek ergonomi, ruang terbatas, psikologi warna, ruang multifungsi dan aspek-aspek lainnya yang dapat mendukung terwujudnya ruang tunggu yang nyaman dan aman. Hasil dari kegiatan ini akan menghasilkan gambar perancangan ruang tunggu di Pos PAUD Fathonah yang disesuaikan oleh kebutuhan dan aktifitas pengguna dengan kebutuhan pengguna dengan pendekatan ergonomi di POS Paud Fathonah, Ciganitri, Bandung dalam rangka berkopntribusi di dunia pendidikan khususunya pendidikan anak usia dini. Mitra dalam pelaksanaan program ini adalah Kepala Sekolah, staf, guru dan orang tua siswa di Pos PAUD Fathonah, Desa Lengkong, Ciganitri, Bandung. Mitra berpartisipasi untuk memberikan insight mengenai permasalahan yang dihadapi serta kebutuhan yang urgent dalam sistem pembelajaran khususnya ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung. Adanya aktifitas menunggu yang dilakukan oleh orang tua murid menjadi dasar permasalahan terkait ruang tunggu. Apabila hasil perancangan tersebut memberi nilai lebih untuk sistem belajar mengajar maka pengabdian ini bisa dilanjutkan dengan menyasar mitra yang memiliki permasalahan serupa. Pengabdian Masyarakat dengan skema reguler sudah sesuai dengan Roadmap Ketua Peneliti dan secara umum sesuai dengan roadmap anggota lainnya. Pembuatan kursi lipat  kerja di ruang  tunggu dengan memanfaatkan lokasi koridor di Pos PAUD fathonah. Ruang koridor yang memiliki lebar 120 cm dan panjang 1000 cm memang digunakan oleh orang tua murid untuk menunggu anaknya yang sedang bersekolah. Hal tersebut dikarenakan tidak ada ruang tertutup lainnya disekitar Pos PAUD Fathonah untuk menunggu. Sedangkan banyak orang tua murid yang meunggu anaknya sekolah karna waktu sekolah yang sebentar sehingga orang tua rela menunggu daripada harus pulang pergi. Perancangan kemudian fokus  membuat kursi lipat untuk menunggu agar ketika tidak digunakan, ruang koridor masih lega untuk orang berlalu lalang. Perwujudan kursi lipat dari gambar kerja yang sudah dilakukan pada kegiatan abdimas sebelumnya mengalami beberapa perubahan. Pada rencana awal, kursi lipat menggunakan material kayu jati belanda. Namun pada proses produksi, tim menyesuaikan biaya produksi dengan dana kegiatan abdimas 2023-1. Dari hasil diskusi diputuskan bahwa kursin lipat menggunakan material plastik, karna selain harga yang lebih rendah dari kayu, kursi plastik juga dirasa lebih tahan terhadap cuaca mengingat penempatan kursi lipat di area koridor Pos Paud Fathonah. Dalam proses produksinya, kursi lipat ini juga mengalami perubahan sistem sambungan. Pada gambar kerja sebelumnya, sistem sambungan menggunakan tenon dan mortis dari bahan kayu, dan juga penyangga duduk dari bahan kayu jati belanda. Namun pada implementasinya menggunakan sistem sambungan besi agar lebih kuat menopang beban manusia ketika duduk. Kursi lipat diproduksi sebanyak 6 unit yang diletakan pada area koridor Paud Fathonah. Respon yang didapat dari masyarakat sasar dapat disimpulkan adalah 100% masyarakat setuju terhadap program pengabdian masyarakat ini telah sesuai dengan kegiatan pengabdian masyarakat itu sendiri. Sebanyak 100% responden menyatakan setuju bahwa program ini sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat sasar. Dan juga sebanyak 100% responden menyatakan bahwa waktu pelaksanaan program pengabdian masyarakat mencukupi sesuai kebutuhan. Sebanyak 100% responden menyatakan setuju dosen dan mahasiswa Telkom University bersikap ramah, cepat dan tanggap membantu selama kegiatan. sebanyak 100% responden masyarakat sasar setuju jika kerja sama program pengabdian masyarakat oleh Telkom University dengan Pos PAUD Fathonah terus berlanjut.

By ardiantodito | Uncategorized @id
DETAIL

Perancangan Desain Ruang Perpustakaan Sebagai Upaya Pemenuhan Prasarana Pendukung Pembelajaran Pada Kegiatan Belajar Mengajar di TKA dan TPQ Al-Hijrah

Di Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, sudah lumrah bagi anak-anak untuk menuntut ilmu di Taman Kanak-kanak Islam (TKA) sebelum masuk ke tingkat Sekolah Dasar (SD), dan melanjutkan masuk ke Taman Pembelajaran Qur’an (TPQ) saat menginjak usia SD. Untuk itu, rencana pelaksanaan program Pengabdian Masyarakat ini memilih mitra sasar yang bergerak di bidang Pendidikan Islam, yaitu TKA dan TPQ Al-Hijrah, Cimahi. Saat ini dibutuhkan  perancangan desain  perpustakaan di TKA dan TPQ Al-Hijrah, dikarenakan siswa TKA dan TPQ membutuhkan tempat untuk meningkatkan pengetahuan terkait berbagai bidang ilmu dan sebagai wadah untuk tukar menukar informasi antara siswa, serta guru-siswa, terutama dalam mendorong anak untuk senang membaca. Mempertimbangkan urgensi yang terjadi, tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu menyiapkan rencana desain dan prototype bagi Gedung belajar TKA/TPQ Al-Hijrah.  Secara khusus pada perencanaan desain perpustakaan. Dengan adanya optimalisasi desain interior pemenuhan pra-sarana, diharapkan kegiatan belajar mengajar di TKA dan TPQ Al-Hijrah dapat berjalan dengan lancar dan lebih optimal. Sehingga dapat berjalan lebih baik dan sesuai dengan ketentuan standar yang berlaku. Anggota Dosen Anggota Mahasiswa

By ardiantodito | Uncategorized @id
DETAIL

Optimalisasi Kegunaan Ruang Pada Area Kerja dan Sirkulasi Untuk Memaksimalkan Kegiatan Pengguna Pada SD Darul Hikam, Dago, Bandung

Oleh: Fajarsani Retno Palupi, Rizka Rachmawati, Titihan Sarihati Ruang sebagai tempat untuk berkegiatan, wajib memenuhi berbagai aspek agar pengguna ruang dapat melaksanakan kegiatannya dengan leluasa dan nyaman. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan pengguna banyak ragamnya, dari mulai pengguna utama, sampai juga dengan pengguna yang intensitasnya cenderung jarang melakukan aktivitasnya pada ruang atau area yang dimaksud. Area administrasi dan sirkulasi utama pada sebuah institusi pendidikan, menjadi area yang padat kegiatannya dan memiliki kategori penggunanya beragam, dimulai dari mulai staff kantor, murid, pengajar tetap ataupun tidak tetap, kategori tamu; baik itu tamu orang tua maupun tamu-tamu yang melaksanakan kerja sama. Banyaknya kategori ini menuntut ruangan atau area tersebut merepresentasikan identitas institusi secara jelas dan juga menarik. Selain itu, ruangan atau area ini mampu mengakomodasi kegiatan administratif dan sirkulasi secara teroganisir, serta mempertimbangkan aspek kenyamanan privasi pengguna didalam area kantor maupun ketika berinteraksi dengan pengguna diluar staff administrasi. Dalam prakteknya, dengan bertambahnya kebutuhan dokumen yang harus disimpan pada area ini, maka kebutuhan luasan fasilitas juga ikut bertambah. Hal ini berdampak pada sisa luasan ruang yang ada menjadi terbatas, keterbatasan ini jika tidak diatasi dengan baik, maka akan menjadi sebuah permasalahan yang mengganggu ruang gerak seluruh pengguna ruang. Proses desain diawali dengan pemaparan semua data Bersama tim, data kemudian dibedah dan dikelompok-kelompokkan. Pemisahan kebutuhan dan aktifitas antara dua ruangan yang akan dirancang oleh tim, yaitu ruang kerja TU dan area sirkulasi dan penerimaan didepan ruang TU. Tim selanjutnya melaksanakan sketsa terhadap usulan desain yang akan diproses selanjutnya melalui program digital melalui sketchup untuk mengatur sketsa desain dalam modeling 3 dimensional. Gambar 1. Alternatif Usulan Desain Backdrop pada Area Sirkulasi Utama Gambar 2. Alternatif Desain Penataan Ruang Kerja TU

By ardiantodito | Uncategorized @id
DETAIL

Perencanaan Ruang untuk Rumah Penampungan Kucing pada Komunitas Free Hibah Kucing Bandung (FHKB)

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan lanjutan dari kegiatan pengabdian sebelumnya yang dilakukan dengan mitra Komunitas Free Hibah Kucing Bandung (FHKB). Beberapa anggota komunitas FKHB ini mengelola penampungan yang menaungi kucing liar maupun kucing titipan.  Selain menjadi titipan, para anggota juga merawat kucinng sakit, pengantaran  dan penjagaan kucing, serta jasa antri kucing ke dokter hewan.  Yang pada akhirnya kegiatan tersebut sebagai usaha dan bisinis untuk beberapa anggota, terutama bagi anggota yang terdampak PHK akibat pandemic tahun lalu. Anggota komunitas biasanya melakukan kegiatatan ini dengan mentranformasi area huninya menjadi penampungan kucing. Lokasi pengabdian masyarakat ini dilakukan di salah satu Rumah Penampungan Kucing milik anggota FKHB yang berada di daerah Cisantren Kidul, Gedebage, Kota Bandung. Penampungan ini dilakukan secara mandiri oleh Bapak Andhika Budi Pratama Beberapa kucing yang di tampung merupakan kucing liar dan kucing titipan yang dikelola di dalam ruangan seluas kurang lebih 10 m². Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan gagasan dan perancangan ruang untuk rumah penampungan kucing, dari salah satu anggota FHKB. Kegiatan ini diharapkan akan memberikan suatu gambaran ruang yang layak untuk kucing-kucing. Selain itu akan membuat para anggota komunitas dapat terinspirasi, sehingga dapat menyalurkan hobi dan dikelola secara komersial. Ketua :Hendi Anwar, ST., MT (NIP : 19850002) Anggota : Anggota Mahasiswa :

By ardiantodito | Uncategorized @id
DETAIL