
Optimalisasi Ruang pada Kawasan Kedai Kopi UMKM di Bandung sebagai Ruang Aktivitas Komunitas Gaya Hidup
Pengabdian Masyarakat – Periode 2026/1
Perkembangan kedai kopi di Kota Bandung menunjukkan pergeseran fungsi ruang dari sekadar tempat konsumsi menjadi ruang interaksi sosial yang berpotensi mengakomodasi berbagai komunitas gaya hidup. Namun demikian, banyak UMKM kedai kopi yang belum memanfaatkan ruang usahanya secara optimal sebagai instrumen strategis untuk aktivasi komunitas dan penguatan daya saing. DRU&BRW sebagai mitra dalam program ini merupakan kedai kopi skala UMKM yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang kolaboratif berbasis komunitas, namun saat ini ruangnya masih berfungsi dominan sebagai area duduk reguler tanpa strategi zonasi dan fleksibilitas yang terstruktur untuk mendukung kegiatan komunitas. Permasalahan yang diidentifikasi meliputi belum optimalnya tata letak ruang, keterbatasan fleksibilitas furnitur, belum terintegrasinya desain interior dengan strategi aktivasi, serta belum adanya panduan pemanfaatan ruang sebagai aset sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan ruang kedai kopi sebagai ruang aktivasi komunitas gaya hidup melalui pendekatan desain interior berbasis analisis kawasan dan pemetaan target pasar. Metode pelaksanaan dilakukan secara sistematis melalui tahapan observasi kondisi eksisting dan konteks lingkungan, pemetaan pelanggan dan komunitas potensial, audit spasial dan evaluasi tata letak, penyusunan konsep zonasi adaptif, rekomendasi furnitur modular dan konfigurasi fleksibel, serta pendampingan penyusunan strategi aktivasi komunitas yang selaras dengan kapasitas mitra. Seluruh solusi didukung oleh kajian literatur terkait optimalisasi ruang komersial skala kecil, prinsip desain interior adaptif, serta konsep ruang sebagai ruang interaksi sosial (third place), sehingga intervensi yang dihasilkan memiliki dasar akademik yang kuat dan aplikatif. Luaran kegiatan berupa dokumen analisis kondisi eksisting, konsep optimalisasi ruang berbasis komunitas, gambar layout usulan dan simulasi konfigurasi, panduan teknis penataan ruang fleksibel, serta rekomendasi strategi aktivasi yang dapat diimplementasikan secara bertahap sesuai kemampuan finansial dan operasional mitra. Program ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi ruang, memperkuat diferensiasi usaha, serta mendorong terjadinya aktivitas komunitas yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Selain memberikan dampak langsung bagi mitra, kegiatan ini juga selaras dengan roadmap penelitian tim yang mengkaji ruang sebagai medium yang merekam dan memfasilitasi dinamika gaya hidup serta perubahan sosial, sehingga kedai kopi diposisikan sebagai infrastruktur mikro tempat munculnya sinyal-sinyal perubahan komunitas. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi pada pemberdayaan UMKM, tetapi juga mendukung pengembangan model optimalisasi ruang UMKM berbasis komunitas yang berpotensi direplikasi dalam konteks perkotaan lainnya.

Recent Comments