Bachelor of Interior Design Telkom University

Tata bangunan

Jan
09

RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN (RTBL) UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN POTENSI PARIWISATA

Tim Dosen: Ahmad Nur Sheha Gunawan, S.T.,M.T (NIP: 20840001) Niken Laksitarini, S.Ds.,M.Ds (NIP: 24960012) Mohd Ridho Kurniawan, S.Ds.,M.Ds (NIP: 24980005) Tim Mahasiswa: Azrene Naila Azizah (NIM: 1603223094) Hauna Abghiya Salamah (NIM: 1603223078) Kawasan Wisata Gunung Puntang di Desa Campakamulya, Kabupaten Bandung, bukan sekadar tempat berkemah dengan udara sejuk. Di balik rimbunnya pohon pinus, tersimpan jejak sejarah komunikasi dunia melalui Stasiun Radio Malabar dan aroma khas Kopi Arabika Puntang yang telah mendunia. Namun, potensi besar ini ibarat permata yang belum diasah tajam karena penataan kawasan yang belum terpadu. Melihat hal tersebut, tim dosen dari Telkom University yang diketuai oleh Ahmad Nur Sheha Gunawan bersama Niken Laksitarini dan Mohd Ridho Kurniawan, melakukan langkah nyata melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan menyusun sebuah panduan penataan yang disebut Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) untuk memaksimalkan objek wisata Gunung Puntang menjadi destinasi pariwisata berkelanjutan bernama Eco-Heritage Edupark. Gunung Puntang memiliki keunikan yang jarang dimiliki tempat wisata lain. Di sini terdapat situs sejarah besar Stasiun Radio Malabar yang dulu merupakan jembatan komunikasi Indonesia ke dunia, ada konservasi Owa Jawa, dan ada kopi terbaik. Namun Masalahnya, penataannya masih terpencar-pencar dan fasilitasnya belum terstandar. Melalui diskusi mendalam dengan warga Desa Campakamulya dan para pelaku wisata serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, tim Telkom University menentukan rekomendasi lima zona utama untuk keberlanjutan pariwisata Puntang. Zona Edukasi & Sejarah: Fokus pada revitalisasi reruntuhan Stasiun Malabar sebagai museum terbuka. Zona Konservasi & Petualangan: Area khusus untuk trekking dan perlindungan alam. Zona Agrowisata: Pusat edukasi budidaya Kopi Puntang. Zona Komersial: Penataan warung dan UMKM agar lebih estetis dan rapi. Zona Permukiman: Pengembangan homestay milik warga dengan gaya arsitektur lokal. Selain soal zonasi, artikel penelitian yang dihasilkan tim ini menyoroti perbaikan infrastruktur krusial dalam mendukung kenyamanan berwisata. Salah satunya adalah rekomendasi penyusunan identitas visual baik berupa logo warna serta langgam bangunan yang diseragamkan sehingga objek wisata menjadi terintegrasi sehingga wisata Puntang memiliki keunikan tersendiri dibanding objek wisata alam lainnya. Tim juga mengusulkan adanya sistem shuttle wisata untuk mengurangi polusi dan kemacetan dari kendaraan pribadi di area inti. Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Namun, produk perencanaan (RTBL) ini tidak akan berarti tanpa dukungan kebijakan pemerintah. Tim berharap hasil kajian ini bisa diadopsi menjadi Peraturan Bupati sehingga memiliki kekuatan hukum untuk mengatur pembangunan di Gunung Puntang. Dengan penataan kawasan yang matang, pariwisata Puntang diharapkan tidak hanya menarik lebih banyak wisatawan lokal maupun mancanegara, tetapi juga mampu melindungi warisan sejarah dan meningkatkan kesejahteraan warga Desa Campakamulya melalui wisata yang lebih profesional dan berkelanjutan.

DETAIL
Secret Link