MENGHIDUPKAN BANGUNAN KOLONIAL: DESAIN INTERIOR ADAPTIF BERBASIS BRANDING UNTUK KANTOR BARLAND SOUND SYSTEM

MENGHIDUPKAN BANGUNAN KOLONIAL: DESAIN INTERIOR ADAPTIF BERBASIS BRANDING UNTUK KANTOR BARLAND SOUND SYSTEM

Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif, ruang kerja tidak lagi dipahami semata sebagai tempat bekerja, melainkan juga sebagai media komunikasi identitas dan citra sebuah brand. Desain interior kini berperan strategis dalam membentuk pengalaman ruang, memperkuat branding, serta mendukung pola kerja yang fleksibel dan kolaboratif. Tantangan ini semakin kompleks ketika ruang kerja berada di dalam bangunan heritage yang memiliki nilai sejarah tinggi dan keterbatasan fisik tertentu.

Hal tersebut menjadi latar belakang kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Telkom University pada Kantor Barland Sound System & Equipment, sebuah UMKM penyedia perangkat dan layanan audio profesional yang berlokasi di bangunan kolonial Belanda di Jalan Aceh, Bandung. Bangunan bersejarah ini memiliki karakter arsitektural kuat, namun belum tertata secara optimal untuk menunjang aktivitas kerja modern dan representasi identitas merek perusahaan.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pihak Barland, kondisi ruang kantor sebelumnya terasa padat, kurang fleksibel, serta belum mampu menampilkan karakter profesional dan kreatif perusahaan. Di sisi lain, struktur bangunan kolonial tidak memungkinkan perubahan fisik yang masif, sehingga dibutuhkan pendekatan desain yang adaptif tanpa merusak nilai historis bangunan.

Menjawab tantangan tersebut, tim Abdimas Telkom University yang diketuai oleh Rexha Septine Faril Nanda, S.Ds., M.Ds., bersama Kiki Putri Amelia, S.Ds., M.Ds. dan Niken Laksitarini, S.Ds., M.Ds., serta melibatkan mahasiswa Desain Interior, mengusulkan solusi interior adaptif berbasis branding dengan penerapan furnitur modular dan analisis spasial berbasis Space Syntax.

Pendekatan interior adaptif berbasis branding menempatkan ruang sebagai representasi nilai dan identitas Barland Sound System & Equipment. Elemen branding diwujudkan melalui pemilihan warna, material, grafis visual, serta penataan ruang yang mencerminkan karakter dinamis dan kreatif industri audio. Konsep ini dipadukan dengan prinsip adaptive reuse, yaitu memanfaatkan bangunan lama untuk fungsi baru tanpa menghilangkan keaslian arsitekturnya.

Elemen heritage seperti dinding, bukaan, dan struktur asli bangunan kolonial tetap dipertahankan, sementara elemen interior modern dihadirkan secara ringan dan fleksibel. Salah satu strategi utamanya adalah penggunaan furnitur modular, seperti unit penyimpanan peralatan audio, meja kerja dengan storage terintegrasi, meja–bangku multifungsi, dan stool yang mudah dipindahkan. Furnitur ini memungkinkan ruang diatur ulang dengan cepat sesuai kebutuhan kerja, rapat, diskusi, hingga aktivitas komunitas musik.

Keunikan dari kegiatan Abdimas ini terletak pada penerapan Visibility Graph Analysis (VGA) berbasis teori Space Syntax menggunakan perangkat lunak DepthmapX. Analisis ini digunakan untuk memetakan tingkat keterlihatan ruang dan menentukan area paling strategis untuk penempatan elemen branding.

Hasil analisis menunjukkan bahwa area penerimaan dan jalur sirkulasi utama memiliki tingkat visibilitas tertinggi, sehingga dimanfaatkan sebagai titik utama penempatan logo, mural identitas, dan display portofolio Barland. Sementara itu, area kerja dan penyimpanan ditempatkan pada zona dengan visibilitas lebih rendah untuk menjaga privasi dan efisiensi kerja. Pendekatan berbasis data ini membantu menciptakan pengalaman visual yang konsisten dan kuat bagi pengunjung maupun pengguna ruang.

Hasil perancangan berupa layout interior, tata letak furnitur modular, gambar potongan ruang, visualisasi 3D, serta peta analisis visibilitas ruang telah diserahkan secara resmi kepada mitra. Desain yang dihasilkan mampu mengintegrasikan nilai heritage bangunan kolonial dengan kebutuhan ruang kerja kontemporer secara harmonis.

Umpan balik dari pihak Barland Sound System & Equipment menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, dengan total kepuasan mencapai 95 persen. Mitra menilai bahwa desain yang dihasilkan tidak hanya fungsional dan estetis, tetapi juga sangat membantu dalam memperkuat identitas merek dan mendukung fleksibilitas operasional.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan desain interior adaptif berbasis branding pada bangunan bersejarah, khususnya bagi UMKM di sektor industri kreatif. Selain mendukung pelestarian bangunan heritage, pendekatan ini juga mendorong inovasi desain yang berkelanjutan dan berbasis analisis spasial.

Ke depan, kolaborasi antara Telkom University dan Barland Sound System & Equipment diharapkan dapat berlanjut hingga tahap implementasi fisik desain, sekaligus membuka peluang pengembangan model desain serupa bagi UMKM lain yang memanfaatkan bangunan bersejarah sebagai ruang kreatif.

TIM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

KETUA TIM
REXHA SEPTINE FARIL NANDA, S.DS., M.DS. (NIP: 23960022)

ANGGOTA DOSEN
KIKI PUTRI AMELIA (NIP: 23910012)

NIKEN LAKSITARINI (NIP: 24800003)

ANGGOTA MAHASISWA
NTIA AULIA (NIM: 106032300155)

ALVAN SYARIF (NIM: 106032300147)

DEFFANY RAMEYZA PUTRI (NIM: 106032430017)