Bachelor of Interior Design Telkom University

Pencahayaan

Jan
09

PERANCANGAN FASILITAS JENDELA UNTUK PENCAHAYAAN DAN PENGHAWAAN ALAMI DI RUANG KELAS RA NURUL ILMI

RA Nurul Ilmi merupakan salah satu dari 21 RA/ TK di area Cimahi Utara, dimana fungsi utamanya adalah memberikan pendidikan di usia dini. RA Nurul Ilmi Berdiri dari tahun 2006 dan rata rata setiap tahunnya memiliki sekitar 40 – 50 peserta didik dari usia 4 s/d 6 tahun. Semua aktivitas di RA memerlukan suatu ruang dan tempat sesuai fungsi kegunaan dari masing-masing aktivitasnya, seperti penyelenggaraan pendidikan dini untuk anak-anak yang berupa kelas dari 3 tingkatan kelas bermain, TK A dan TK B, Kebutuhan ruangan untuk sekolah TK biasanya mencakup beberapa area penting. Berikut adalah beberapa contoh kebutuhan ruangan yang umum untuk TK: Ruang Kelas adalah tempat paling utama pada RA Nurul Ilmi, dimana pada ruangan ini kegiatan paling banyak dilakukan. Ruangan dengan pencahayaan yang baik dan sirkulasi udara yang baik menjadi penting. Ruangan kelas pada RA Nurul Ilmi berukuran 3x 4 Meter, dan dipakai untuk 20 siswa pada setiap sesi pengajaran. Sirkulasi udara dan pencahayaan yang ada sudah cukup, tetapi dengan penggunaan material penutup jendela yang seadanya berdampak pada kebersihan dan higinitas pada ruangan dan fasilitas di dalamnya. Jendela tanpa penutup banyak menyebabkan serangga dan binatang pengerat dengan mudah masuk ketika ruangan sedang tidak dipakai. Selain hal diatas, penumpukan alat bantu ajar di meja guru juga menjadi permasalahan. pada area guru tidak terdapat tempat penyimpanan yang cukup baik dan sesuai dengan kebutuhan. Dengan membantu mendesain bukaan ruangan yang tepat dengan tetap mengutamakan sirkulasi udara alami dan pencahayaan alami yang baik, dan juga mendesain furniture multifungsi ( meja dan rak penyimpanan) dapat menjadi solusi untuk permasalahan yang ada di RA Nurul Ilmi. dengan memberikan siolusi yang tepat diharapkan faktor higinitas , pencahayaan dan sirkulasi udara, serangga dan masuknya binatang pengerat tidak lagi menjadi permasalahan di RA nurul Ilmi. dengan tercapainya hal ini diharapkan dapat membantu kegiatan belajar mengajar menjadi lebih baik dan hasil dari pengabdian masyaratakat ini diharapkan tepat guna dan dapat memenuhi Sustainable Development Goals, khususnya dalam poin membantu menghasilkan Pendidikan yang berkualitas. Kegiatan dilmulai dengan melakukan diskusi perancangan bukaan yang akan diterapkan pada ruangan kelas RA nurul Ilmi, dengan berbekal pengukuran di lapangan dan diskusi material yang paling tepat yang dapat menyesuaikan keadaan lapangan. di lapangan bukaan jendela dengan bentangan yang cukup besar membuat alternatif pemilihan material lebih sedikit.  Perancangan dimulai dengan menentukan elemen bangunan yang paling dibutuhkan dan mengolah data hasil pengukuran posisi tempat jendela tersebut, untuk kemudian dibuat simulasi 3D-nya. Posisi ditentukan dengan studi ruang eksisting dan aktivitas yang ada di kelas. Kegiatan belajar mengajar pada RA ini dibagi menjadi 2 sesi, sesi pagi dan sesi siang. Sehingga terdapat 2 kelompok siswa dengan kelas yang berbeda. Kondisi ini membuat aktivitas belajar yang berlangsung pada 2 kelas menumpuk pada 1 ruang kelas. Akan tetapi, karena alat permainan edukatif (APE) yang digunakan terbatas, contoh diantaranya adalahbuku, aneka bahan untuk prakarya, alat tulis, dan bahan permainan lainnya tidak memerlukan penambahan furnitur. Sedangkan kebutuhan pencahayaan dan sirkulasi udara, yang ditemukan memerlukan perhatian khusus, diputuskan menjadi permasalahan utama yang akan dijadikan fokus pada perancangan melalui penempatan dan desain jendela. Gambar 3.1 Simulasi 3D Desain Jendela Simulasi 3D dari Desain Jendela tergambar pada gambar 3.1 yang selanjutnya diaplikasikan pada area belakang kelas samping pintu masuk pada gambar 3.2. Penerapan desain ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pencahayaan alami dan sirkulasi udara di ruang kelas tetapi dapat mencegah serangga atau binatang pengerat masuk ke ruangan, sehingga aktivitas belajar siswa menjadi lebih nyaman dan lancar. Dengan adanya jendela, ruang kelas tidak lagi terasa pengap dan sirkulasi pergerakan siswa tidak terhalang. Untuk ukuran, jendela dirancang dengan dimensi 4,55 m² dan 1,00 m², disesuaikan dengan kebutuhan pencahayaan serta kondisi ruang eksisting agar tetap harmonis dengan tata ruang kelas. Gambar 3.2 Simulasi 3D dalam ruangan kelas Material/bahan pada jendela ini menggunakan rangka hollow dengan finishing cat berwarna abu-abusehingga menjadikan ruangan tetap terlihat luas dan modern. Desain jendela dipadukan dengan elemeninterior lain seperti kursi yang memberikan kesan semangat dan ceria, serta kombinasi warna pada dinding yang menjaga ruangan tetap terlihat luas dan segar. Nuansa tersebut dinetralkan oleh warna coklat susu pada lantai untuk menjaga kehangatan ruang. Pengabdian Masyarakat ini selain memberikan perancangan melalui simulasi 3D, juga menghadirkan jendela dengan dimensi sesungguhnya sehingga dapat digunakan langsung oleh mitra dan memberikan pelayanan yang lebih baik terutama dalam kegiatan belajar mengajar. Ruang dengan fasilitas pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik diharapkan dapat menghasilkan suasana ruang yang lebih nyaman dan kondusif. Gambar 3.3 Kegiatan Serah Terima Prototype Gambar 3.4 implementasi desain pada lantai ruang kelas Kegiatan serah terima dilaksanakan oleh TIM Abdimas pada tanggal 22 Desember 2025 kepada Kepala Sekolah. Kegiatan berlangsung dengan pemasangan jendela pada posisi yang telah ditentukan, serta kegiatan seremonial dengan memberikan plakat secara simbolis, sebagai tanda bahwa kegiatan Pengabdian Masyarakat telah selesai.

DETAIL
Secret Link