Bachelor of Interior Design Telkom University

Industri Kreatif

Jan
08

MENGHIDUPKAN BANGUNAN KOLONIAL: DESAIN INTERIOR ADAPTIF BERBASIS BRANDING UNTUK KANTOR BARLAND SOUND SYSTEM

Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif, ruang kerja tidak lagi dipahami semata sebagai tempat bekerja, melainkan juga sebagai media komunikasi identitas dan citra sebuah brand. Desain interior kini berperan strategis dalam membentuk pengalaman ruang, memperkuat branding, serta mendukung pola kerja yang fleksibel dan kolaboratif. Tantangan ini semakin kompleks ketika ruang kerja berada di dalam bangunan heritage yang memiliki nilai sejarah tinggi dan keterbatasan fisik tertentu. Hal tersebut menjadi latar belakang kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Telkom University pada Kantor Barland Sound System & Equipment, sebuah UMKM penyedia perangkat dan layanan audio profesional yang berlokasi di bangunan kolonial Belanda di Jalan Aceh, Bandung. Bangunan bersejarah ini memiliki karakter arsitektural kuat, namun belum tertata secara optimal untuk menunjang aktivitas kerja modern dan representasi identitas merek perusahaan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pihak Barland, kondisi ruang kantor sebelumnya terasa padat, kurang fleksibel, serta belum mampu menampilkan karakter profesional dan kreatif perusahaan. Di sisi lain, struktur bangunan kolonial tidak memungkinkan perubahan fisik yang masif, sehingga dibutuhkan pendekatan desain yang adaptif tanpa merusak nilai historis bangunan. Menjawab tantangan tersebut, tim Abdimas Telkom University yang diketuai oleh Rexha Septine Faril Nanda, S.Ds., M.Ds., bersama Kiki Putri Amelia, S.Ds., M.Ds. dan Niken Laksitarini, S.Ds., M.Ds., serta melibatkan mahasiswa Desain Interior, mengusulkan solusi interior adaptif berbasis branding dengan penerapan furnitur modular dan analisis spasial berbasis Space Syntax. Pendekatan interior adaptif berbasis branding menempatkan ruang sebagai representasi nilai dan identitas Barland Sound System & Equipment. Elemen branding diwujudkan melalui pemilihan warna, material, grafis visual, serta penataan ruang yang mencerminkan karakter dinamis dan kreatif industri audio. Konsep ini dipadukan dengan prinsip adaptive reuse, yaitu memanfaatkan bangunan lama untuk fungsi baru tanpa menghilangkan keaslian arsitekturnya. Elemen heritage seperti dinding, bukaan, dan struktur asli bangunan kolonial tetap dipertahankan, sementara elemen interior modern dihadirkan secara ringan dan fleksibel. Salah satu strategi utamanya adalah penggunaan furnitur modular, seperti unit penyimpanan peralatan audio, meja kerja dengan storage terintegrasi, meja–bangku multifungsi, dan stool yang mudah dipindahkan. Furnitur ini memungkinkan ruang diatur ulang dengan cepat sesuai kebutuhan kerja, rapat, diskusi, hingga aktivitas komunitas musik. Keunikan dari kegiatan Abdimas ini terletak pada penerapan Visibility Graph Analysis (VGA) berbasis teori Space Syntax menggunakan perangkat lunak DepthmapX. Analisis ini digunakan untuk memetakan tingkat keterlihatan ruang dan menentukan area paling strategis untuk penempatan elemen branding. Hasil analisis menunjukkan bahwa area penerimaan dan jalur sirkulasi utama memiliki tingkat visibilitas tertinggi, sehingga dimanfaatkan sebagai titik utama penempatan logo, mural identitas, dan display portofolio Barland. Sementara itu, area kerja dan penyimpanan ditempatkan pada zona dengan visibilitas lebih rendah untuk menjaga privasi dan efisiensi kerja. Pendekatan berbasis data ini membantu menciptakan pengalaman visual yang konsisten dan kuat bagi pengunjung maupun pengguna ruang. Hasil perancangan berupa layout interior, tata letak furnitur modular, gambar potongan ruang, visualisasi 3D, serta peta analisis visibilitas ruang telah diserahkan secara resmi kepada mitra. Desain yang dihasilkan mampu mengintegrasikan nilai heritage bangunan kolonial dengan kebutuhan ruang kerja kontemporer secara harmonis. Umpan balik dari pihak Barland Sound System & Equipment menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, dengan total kepuasan mencapai 95 persen. Mitra menilai bahwa desain yang dihasilkan tidak hanya fungsional dan estetis, tetapi juga sangat membantu dalam memperkuat identitas merek dan mendukung fleksibilitas operasional. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan desain interior adaptif berbasis branding pada bangunan bersejarah, khususnya bagi UMKM di sektor industri kreatif. Selain mendukung pelestarian bangunan heritage, pendekatan ini juga mendorong inovasi desain yang berkelanjutan dan berbasis analisis spasial. Ke depan, kolaborasi antara Telkom University dan Barland Sound System & Equipment diharapkan dapat berlanjut hingga tahap implementasi fisik desain, sekaligus membuka peluang pengembangan model desain serupa bagi UMKM lain yang memanfaatkan bangunan bersejarah sebagai ruang kreatif. https://youtu.be/SzMT-dDbFqY TIM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT KETUA TIMREXHA SEPTINE FARIL NANDA, S.DS., M.DS. (NIP: 23960022) ANGGOTA DOSENKIKI PUTRI AMELIA (NIP: 23910012) NIKEN LAKSITARINI (NIP: 24800003) ANGGOTA MAHASISWANTIA AULIA (NIM: 106032300155) ALVAN SYARIF (NIM: 106032300147) DEFFANY RAMEYZA PUTRI (NIM: 106032430017)

DETAIL
Jan
08

Perancangan Area Bermain Indoor Berbasis Konsep Montessori sebagai Sarana Pembelajaran Holistik Anak Usia Dini di PAUD Al-Hijrah, Cimahi

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam membentuk perkembangan kognitif, sosial, emosional, motorik, serta karakter anak. Pada rentang usia 0–6 tahun, anak berada pada masa emas perkembangan, sehingga membutuhkan lingkungan belajar yang mampu memberikan stimulasi optimal. PAUD Al-Hijrah Cimahi sebagai lembaga pendidikan formal berbasis Islam menghadapi tantangan dengan bertambahnya jumlah siswa pada tahun ajaran 2025–2026. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan penambahan ruang kelas sekaligus prasarana pendukung lain, salah satunya area bermain. Area bermain luar ruangan dan perpustakaan yang dimiliki saat ini tidak cukup menampung aktivitas siswa, sehingga fungsi bermain sebagai sarana pembelajaran holistik belum berjalan optimal. Gambar 1 Peoses Diskusi Tim ABDIMAS dan Serah Terima dengan Mitra Sasar Dari hasil diskusi, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menawarkan solusi melalui perancangan area bermain indoor berbasis konsep Montessori. Montessori menekankan pentingnya prepared environment, yaitu lingkungan belajar yang memungkinkan anak bereksplorasi, mandiri, dan berkembang sesuai tahapannya. Metode yang digunakan mengacu pada pendekatan design thinking dengan melibatkan mitra secara aktif pada setiap tahap. Hasil kegiatan yang direncanakan akan berupa rancangan desain interior area bermain indoor lengkap dengan prototipe berbasis Montessori yang menekankan zoning aktivitas, pemilihan perabot ramah anak, serta tata ruang yang aman, nyaman, dan edukatif. Luaran tambahan meliputi jurnal pengabdian masyarakat, video kegiatan, dan artikel media internal. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran holistik di PAUD Al-Hijrah sehingga siswa dapat melakukan kegiatan dengan lebih optimal. Gambar 2 Desain Area Bermain Indoor yang Dihasilkan Gambar 3 Fitting Desain dan Implementasi Desain di PAUD Al-Hijrah Masyarakat sasar merasa sangat setuju jika kegiatan pengabdian Masyarakat ini berdampak positif pada perkembangan kemajuan TKA Al-Hijrah, seluruh  guru/ staff pengajar merasa sangat puas terhadap penyelenggaraan kegiatan pengabdian Masyarakat di TKA Al-Hijrah dan berharap kegiatan ini akan berlanjut. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Vika Haristianti, S.Ds., M.T Fajarsani Retno Palupi, S.Sn., M.Ds. Aida Andrianawati, S.T.,M.Sn. Anggota Mahasiswa M Gavin Rajwa Quranridho (NIM: 106032400001) Muhammad Ghany Bumi Persada (NIM: 106032400094) Muhayya Azwa Monchot Lubis (NIM: 106032430006)

DETAIL
Secret Link