Hibah Furniture Ramah Anak Sebagai Media Pembelajaran di Almalia School dalam Pengembangan Sikap Disiplin pada Anak Usia Dini

Hibah Furniture Ramah Anak Sebagai Media Pembelajaran di Almalia School dalam Pengembangan Sikap Disiplin pada Anak Usia Dini

Dari Tempat Penyimpanan Sepatu Menjadi Pendidikan Karakter: Inovasi Desain Furniture untuk Menumbuhkan Disiplin Anak Usia Dini

Pendidikan karakter tidak selalu dimulai dari buku pelajaran atau nasihat guru di dalam kelas. Kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari justru dapat menjadi fondasi pembentukan karakter anak. Salah satunya adalah membiasakan anak menyimpan sepatu pada tempatnya sebelum memasuki ruang kelas. Berangkat dari pemahaman tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Desain Interior Telkom University melaksanakan kegiatan pengabdian di PAUD Almalia School, Kabupaten Bandung, melalui perancangan dan hibah furniture penyimpanan sepatu ramah anak sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkan sikap disiplin sejak usia dini. 

Kegiatan ini didasari hasil observasi yang menunjukkan bahwa area penyimpanan sepatu di sekolah belum tertata secara optimal. Sepatu siswa masih sering diletakkan secara acak sehingga area masuk kelas terlihat kurang rapi. Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan estetika, tetapi juga menunjukkan bahwa lingkungan fisik belum mampu mendukung pembentukan kebiasaan disiplin anak. Melalui pendekatan keilmuan Desain Interior, tim merancang furniture penyimpanan sepatu yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia 3–6 tahun. Seluruh aspek desain mempertimbangkan prinsip ergonomi, keamanan, kemudahan penggunaan, serta daya tarik visual. Setiap anak memperoleh kompartemen penyimpanan yang diberi identitas berupa warna atau simbol sehingga mereka dapat mengenali tempat penyimpanan miliknya secara mandiri. 

“Furniture tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan barang, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang membantu anak memahami keteraturan melalui pengalaman sehari-hari,” ujar tim pelaksana kegiatan. Konsep tersebut mengacu pada pendekatan behavior setting, yaitu teori yang menjelaskan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan fisik tempat aktivitas berlangsung. Dengan menghadirkan lingkungan yang mendukung, anak secara alami terdorong untuk melakukan perilaku positif secara berulang hingga menjadi kebiasaan. 

Furniture ditempatkan pada area transisi sebelum memasuki kelas sehingga setiap pagi anak melakukan rutinitas yang sama: melepas sepatu, mencari simbol miliknya, menyimpan sepatu pada kompartemen yang tersedia, kemudian masuk ke ruang belajar. Rutinitas sederhana ini menjadi bagian dari proses pembelajaran karakter yang dilakukan setiap hari. Selain menyerahkan furniture kepada sekolah pada hari Senin tanggal 22 Juni 2026, tim juga memberikan pendampingan kepada guru mengenai strategi pembiasaan penggunaan furniture sebagai media pendidikan karakter di Almalia School yang berlokasi di Komp. Permata Buah Batu. Guru berperan penting dalam memberikan contoh, arahan, serta penguatan positif agar kebiasaan tersebut dapat terus diterapkan secara konsisten. 

Hasil implementasi menunjukkan adanya perubahan positif pada perilaku siswa. Anak mulai terbiasa menyimpan sepatu secara mandiri, area masuk kelas menjadi lebih rapi, dan guru tidak lagi menghabiskan banyak waktu untuk merapikan sepatu siswa. Lingkungan belajar pun menjadi lebih tertata dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. Bagi Telkom University, kegiatan ini merupakan implementasi nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui penerapan keilmuan Desain Interior, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan inovasi desain yang fungsional, tetapi juga memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat dengan pendekatan yang berbasis riset. 

Ke depan, model furniture edukatif ini diharapkan dapat dikembangkan untuk berbagai fasilitas pembelajaran anak usia dini lainnya, seperti area penyimpanan tas, rak buku, sudut bermain, maupun media belajar interaktif. Dengan demikian, lingkungan fisik sekolah dapat terus berperan sebagai bagian dari proses pendidikan karakter. Kegiatan ini menunjukkan bahwa membangun karakter anak tidak selalu membutuhkan intervensi yang rumit. Sebuah tempat penyimpanan sepatu yang dirancang dengan baik mampu menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian. Melalui desain yang berpusat pada kebutuhan pengguna, lingkungan belajar dapat menjadi “guru kedua” yang mendukung tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. 

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat:
Ketua Pelaksana: Ganesha Puspa Nabila, S.Sn., M.Ds.
Anggota Dosen: Widyanesti Liritantri, S.Sn., M.Des. 

Anggota Mahasiswa:
Tsurayya Ufaira Arief
Ghefira Laila Azzahra
Nezatama Akbar Prawira