Bachelor of Interior Design Telkom University

Uncategorized @id

Jan
08

Tim Pengabdian Masyarakat Telkom University Dampingi Perancangan Ulang Interior Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung

Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Desain Interior Universitas Telkom melaksanakan kegiatan pendampingan perancangan ulang interior di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas ruang kerja dan pelayanan publik. Kegiatan ini diawali dengan pertemuan bersama mitra untuk mendiskusikan kebutuhan fasilitas yang belum terpenuhi serta arah pengembangan ruang yang diharapkan. Gambar Tim pengabdian masyarakat berdiskusi bersama Dinas Kesehatan Kebutuhan perancangan ulang pada Dinas Kesehatan ini meliputi ruang pimpinan, ruang kerja pegawai, ruang pelayanan, ruang rapat, serta ruang penunjang seperti toilet, mushola, gudang, dan ruang laktasi. Sebagai tindak lanjut, tim melakukan survei dan pengukuran bangunan secara menyeluruh dengan pendampingan dari pihak mitra. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data kondisi eksisting serta dapat mengidentifikasi permasalahan ruang seperti sirkulasi yang kurang optimal, keterbatasan area kerja, serta minimnya fasilitas penyimpanan. Data hasil survei kemudian diolah sebagai dasar penyusunan alternatif tata letak dan konsep perancangan. Gambar Hasil 3D Modeling Ruang Kantor Dinas Kesehatan Konsep perancangan mengusung tema sustainable design dan penguatan corporate identity agar desain interior mampu merepresentasikan identitas institusi sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang nyaman. Konsep ini terlihat pada motif yang merepresentasikan Kabupaten Bandung. Selain itu pemanfaatan pencahayaan alami sebagai upaya dalam penghematan energi. Adapun penggunaan tumbuhan indoor yang dipakai sebagai pengaturan kelembaban ruang dan penyaring udara alami yang baik. Gambar Kegiatan Presentasi Desain Dinas Kesehatan Hasil perancangan yang telah disusun selanjutnya dipresentasikan kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dan dilanjutkan dengan proses serah terima. Pada tanggal 24 Desember 2025, tim Pengabdian Masyarakat memaparkan hasil akhir perancangan dan menerima tanggapan serta masukan dari mitra sebagai bagian dari penyempurnaan desain yang diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja dan pelayanan yang lebih baik. Ketua Tim IRWAN SUDARISMAN (NIP: 14820073)   Anggota Tim RAISYA RAHMANIAR HIDAYAT (NIP: 25950002) HANA FAZA SURYA RUSYDA (NIP: 22950026)   Anggota Mahasiswa NAZWA FEBIADITA RIYADI (NIM: 106032400003) AISHA HUMAYRA (NIM: 106032300102) RAISA ASNIA DIWANIE (NIM: 106032400013) PETIR ANGGARA PUTRA TRI WIBOWO (NIM: 106032330176) ALDI FIKRI (NIM: 106032300163)

By Dzakwan | Uncategorized @id
DETAIL
Jan
05

FURNITURE MULTIFUNGSI: PERANCANGAN FURNITURE FASILITAS AJAR ANAK USIA DINI DENGAN PENDEKATAN PARTISIPATORI PADA YAYASAN MIFTAHUL ‘ULUUM

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap penting dalam membentuk kemampuan kognitif, sosial, emosional, dan motorik anak. Pada fase ini, anak belajar melalui eksplorasi dan pengalaman langsung, sehingga ruang belajar dan fasilitas pendukungnya perlu dirancang secara aman, nyaman, dan stimulatif. Namun demikian, masih banyak lembaga PAUD di Indonesia yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana, khususnya furnitur yang belum dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak usia dini. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran yang seharusnya berlangsung dalam suasana menyenangkan dan mendukung tumbuh kembang anak. Permasalahan tersebut menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yaitu Perancangan Furniture Multifungsi sebagai Fasilitas Ajar Anak Usia Dini dengan Pendekatan Partisipatori pada Yayasan Miftahul ‘Uluum. Kegiatan ini berfokus pada perancangan furnitur aplikatif dan multifungsi untuk mendukung aktivitas belajar mengajar di Raudhatul Athfal (RA) Miftahul ‘Uluum yang berlokasi di Cisaranten Kulon, Kota Bandung. Dengan menggunakan metode kualitatif, yaitu observasi lapangan, wawancara, serta diskusi partisipatif, tim pengabdian masyarakat Telkom University yang terdiri dari Kiki Putri Amelia, Widyanesti Liritantri, dan Rexha Septine Faril Nanda, bersama mahasiswa, mengusulkan solusi berupa perancangan furnitur multifungsi berbasis pendekatan partisipatoris. Solusi ini dirancang untuk menjawab keterbatasan ruang kelas PAUD agar tetap fungsional, ergonomis, aman, serta sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak usia dini di Yayasan Miftahul ‘Uluum. Pendekatan partisipatoris diterapkan dengan melibatkan mitra secara langsung dalam seluruh tahapan perancangan, mulai dari penggalian kebutuhan, penyusunan konsep desain, hingga evaluasi hasil rancangan. Melalui pendekatan ini, pengguna tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam proses desain, sehingga hasil perancangan diharapkan lebih tepat guna dan aplikatif. Dalam perancangannya, furnitur yang diusulkan mengintegrasikan beberapa fungsi dalam satu elemen, seperti area pajang karya siswa, panel aktivitas kreatif, serta rak penyimpanan barang pribadi anak. Furnitur dirancang dengan mempertimbangkan aspek ergonomi anak usia dini, keamanan material, kemudahan perawatan, serta fleksibilitas penggunaan. Pemilihan warna cerah digunakan sebagai elemen visual yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tanpa memberikan distraksi berlebih terhadap kegiatan belajar mengajar. Proses kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di ruang kelas RA Miftahul ‘Uluum. Rangkaian kegiatan meliputi observasi lanjutan, pemaparan hasil desain, diskusi dan evaluasi bersama mitra, serta implementasi desain dalam bentuk furnitur skala 1:1 yang kemudian diserahterimakan kepada pihak yayasan. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa hasil perancangan dapat langsung dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya menghasilkan produk furnitur fisik, tetapi juga memberikan transfer pengetahuan kepada pengelola yayasan dan guru terkait pemanfaatan, penataan, serta pemeliharaan furnitur agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Selain itu, hasil kegiatan ini berpotensi menjadi model pengembangan furnitur ajar bagi lembaga PAUD lain dengan karakteristik ruang dan kebutuhan serupa. Menurut hasil umpan balik dari pihak Yayasan Miftahul ‘Uluum, kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan mitra. Mitra mengapresiasi pendekatan partisipatoris yang diterapkan oleh tim abdimas karena mampu menghasilkan furnitur yang fungsional, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran anak usia dini. Mitra juga berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut pada periode pengabdian masyarakat berikutnya. Melalui kegiatan ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas lingkungan belajar anak usia dini serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran yang layak dan inklusif. Ketua Tim: Kiki Putri Amelia (NIP: 23910012) Anggota Dosen: Widyanesti Liritantri (NIP: 23790005) Rexha Septine Faril Nanda (NIP: 23960022) Anggota Mahasiswa N. Azmil Kamalt (NIM: 1603223127) Luthfan Haikal Abdillah (NIM: 1603223172) Hasna Kirana Thufailah Jayasaputra (NIM: 1603223157) Favya Naufa Riani (NIM: 1603223179)

By Dzakwan | Uncategorized @id
DETAIL
Dec
15

Lomba Desain Co-Working Space Mahasiswa | FAD iCOnFest 2025 – Faculty of Architecture and Design ITENAS

1. Jenis pelaksanaan kegiatan : Lomba Desain Co-Working Space Mahasiswa di acara FAD iCOnFest 2025 , Faculty of Architecture and Design ITENAS. Merancang ruang kerja bersama yang fungsional, menginspirasi, dan berkelanjutan yang memberdayakan pekerja kreatif serta membentuk budaya kolaborasi masa depan melalui, sistem berpikir, dan pengalaman ruang yang fleksibel. 2. Pihak-pihak yang terlibat :  Mahasiswa : Muhammad Bima Putra Pratama NIM : 106032330036 Id’dha Mardealistri NIM : 106032300010 Said Nizam Safarrel NIM : 106032330091 Dosen Pembimbing : Parlindungan Ravelino, S.T., M.Ds. Dosen Wali Widyanesti Liritantri, S.Sn., M.Des. 3. Lokasi pelaksanaan kegiatan : Institut Teknologi Nasional, Bandung 4. Durasi pelaksanaan kegiatan : 25 November – 11 Desember 2025 5. Tujuan pelaksanaan kegiatan : Kompetisi Perancangan Co-Working Space Masa Depan yang mendukung ekosistem pekerja kreatif-fungsional, inspiratif, adaptif dan berkelanjutan 6. Rangkain proses pelaksanaan kegiatan :  Pengumpulan berkas lomba : 3 Desember 2025 Presentasi : 11 Desember 2025 Pengumuman Pemenang : 11 Desember 2025 7. Konsep Desain : Menciptakan ruang kerja pada studi kasus Gedung De Majestic yang inklusif, fleksibel, dan inspiratif bagi komunitas start-up, freelance, dan perumahan kecil. Melalui pendekatan desain terhadap aspek area terbuka, lounge santai untuk networking, dan ruang privat, dimuat dalam satu konsep desain Fluid Collaboration in Urban Pulse (connectivity, adaptability, inclusivity, sustainability), guna mengakomodasi ragam fasilitas terkait area fungsional hingga fasilitas khusus dengan fleksibilitas efisiensi penggunaan area yang menyesuaikan kebutuhan aktivitas bagi pengguna ruang (illustrator, seniman, komunitas kreatif dan seni, lifestyle seekers) secara sistem unit modular, hingga ditunjang dengan implementasi material ramah lingkungan dalam wujud panel akustik dari serat daur ulang, penggunaan furniture kayu lokal, serta lantai vinyl eco-friendly.

By Dzakwan | Uncategorized @id
DETAIL
Jul
10

Perancangan Rumah Tinggal Sementara untuk Pasien Pasca Rehabilitasi Gangguan Jiwa

Irwana Zulfia Budiono, Hana Faza Surya Rusyda, Fernando Septony Siregar, Muhammad Fahmi Nasrullah, Yodha Al Ghifari, Fadhil Zaki Abdullah Gedung Satuan Pelayanan (Satpel) Bina Laras yang berfungsi untuk merawat Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), merupakan satuan yang dibentuk oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Adapun, Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin telah menuturkan bahwa fasilitas yang dibangun akan menjadi pusat pemulihan bagi Pasien Dalam Gangguan Jiwa dan Gubernur juga berharap semua pihak harus memberi perlakuan yang manusiawi dan sekaligus menghilangkan stigma negative terhadap pasien ODGJ. Lokasi terapi diresmikan pada September 2024. Saat ini telah menampung 40 pasien Wanita dan 40 pasien pria di bangunan tempat beristirahat dan rehabilitasi. Namun Kepala Dinas Sosial mengeluhkan akan jumlah pasien yang meningkat dan tempat rehabilitasi sendiri sudah melebihi kapasitas. Adapun para pasien yang baru saja sembuh atau sudah membaik, tidak memiliki tempat tinggal, sehingga tim Desain Interior diminta untuk merancang rumah tinggal sementara dan supaya tidak bercampur dengan pasien yang masih sakit. Awalnya, rencana peletakan bangunan akan diletakkan di bagian belakang bangunan rehabilitasi, namun setelah ada permintaan dari pemerintah untuk pembuatan agrowisata, maka diganti menjadi bagian depan area yang dekat dengan lahan parkir (gambar 1 yang dilingkari merah). Jika kegiatan abdi Masyarakat skema internal 2025-1 ini berhasil, lahan kosong yang terdapat di Kawasan Satpel Bina Laras ODGJ ini masih banyak yang perlu diolah dan dapat menjadi bahan untuk abdi Masyarakat skema selanjutnya. Gambar 1. Masterplan UPTD Satpel Bina Laras Sakurjaya, Sumedang Sumber : Dinas Sosial Jawa Barat, 2025 Berdasarkan permasalahan dan kebutuhan yang ditemukan, tim Desain Interior akan merancang bangunan villa ukuran 45 meter persegi untuk kapasitas empat orang. Pendekatan perancangan interior dipilih yang mengutamakan kenyamanan, keamanan, ketenangan dan stimulasi positif. Adapun teori dasar untuk pendekatan perancangan yang akan digunakan merupakan pendekatan Biofilik, yakni desain yang dapat menghubungkan dan mendekatkan manusia dengan alam sekitarnya. Biofilik memiliki 14 indikator yang semuanya berdampak pada reduksi stress, peningkatan kognitif, serta peningkatan emosi positif (Terrapin Bright Green, 2014). Gambar 2. Diagram Alur Pelaksanaan Abdimas 2025-1 Sumber: Olahan Penulis, 2025 Adapun kegiatan ini menggunakan metode kualitatif, yakni pengambilan data lapangan dan interview dengan para petugas dan dokter yang bekerja di lapangan untuk mengetahui permasalahan dan kebutuhan para pasien. Selain itu juga terdapat studi perilaku dan aktivitas para pasien ODGJ untuk mengetahui desain yang cocok untuk ruangannya. Pada proses perancangan, tim Desain Interior banyak melakukan studi literatur mengenai tema, suasana dan model interior yang cocok agar pasien merasa nyaman dan aman (Gambar 2). Berdasarkan hasil interview dengan pasien pasca rehabilitasi, komparasi analisis literature dan keadaan lapangan, serta diskusi dengan tim dinas sosial, terdapat beberapa karya yang dirancang oleh tim Desain Interior. Rencana penempatan rumah tinggal pada site plan eksisting Satpel Bina Laras baru saja dibuka pada bulan September 2024 dan sudah terdata sebanyak 80 orang yang menempati panti rehabilitasi dan saat ini sudah tidak bisa menerima pasien baru lagi. Hal ini dikarenakan pasien yang sudah sembuh tidak bisa Kembali ke kampung halaman, sehingga diperlukan adanya tempat tinggal sementara sebelum mendapat pekerjaan diluar maupun hunian baru. Para tim ditugaskan untuk mengukur Lokasi dan menghitung berapa bangunan yang dapat terbangun. Adapun pada perencanaan ini, tim tidak hanya menghitung luasan bangunan dan menghitung kapasitas bangunan yang dapat dibangun, namun tim juga merencanakan beberapa taman kecil yang dapat berfungsi sebagai penghijauan dan tempat berkumpul para penggunanya (Gambar 3). Gambar 3. Contoh Perancangan Site Plan untuk Perencanaan Penempatan Bangunan dan Area Taman Sumber: Olahan Penulis, 2025 Visualisasi Bangunan Rumah Tinggal Sementara Berikutnya tim abdimas merencanakan rumah tinggal sementara atau bisa disebut sebagai “villa bina laras”. Villa ini ditujukan untuk pasien pasca rehabilitasi yang tidak memiliki tempat tinggal atau kampung halaman. Desain bangunan dirancang senyaman mungkin, yakni sebesar 45 meter persegi diatas lahan sebesar 90 meter persegi. Sekeliling bangunan tidak dirancang berdempetan dengan rumah tinggal bagian samping dan bagian belakang namun dibiarkan terbuka supaya dapat digunakan sebagai lahan penghijauan dan area menjemur pakaian. Tim juga tidak lupa menambahkan kanopi persis diatas jendela supaya tidak terkena hujan maupun angin (Gambar 4). Adapun pada interior bangunan, tim abdimas merancang dengan tema nuansa natural minimalis berdasarkan pendekatan biofilik agar para pengguna dapat merasa nyaman, ketenangan dan tidak memicu permasalahan psikologis kedepannya (Gambar 5). Gambar 4. Visualisasi Bangunan Tampak Luar Sumber: Olahan Penulis, 2025 Gambar 5. Visualisasi Kamar Tidur Sumber : Olahan Penulis, 2025 Pembuatan RAB Rumah Tinggal Tidak hanya visualisasi, tim abdimas juga memberi tambahan karya pada mitra berupa RAB untuk memudahkan realisasi perancangan ini kedepannya. RAB yang dirancang tidak hanya interior saja melainkan terdapat perhitungan konstruksi bangunan. Namun angka yang ada perlu dikaji ulang menyesuaikan harga yang sedang popular saat ini (Gambar 6). Gambar 6. RAB Rumah tinggal Sumber : Olahan Penulis, 2025 Selanjutnya, setelah presentasi dan penyerahan karya dilakukan, tim abdimas menyebarkan kuisioner kepuasan mitra terhadap kinerja tim abdimas(Gambar 7). Tabel (Tabel 1) di bawah ini telah menunjukan hasil kepuasan, dan rata rata memberi nilai sempurna. Gambar 7. Penyerahan Karya Abdimas Sumber: Dokumentasi Penulis, 2025 No Pertanyaan STS (%) TS (%) N (%) S (%) SS (%) 1 Materi kegiatan sesuai dengan kebutuhan mitra/peserta  5 2 Waktu pelaksanaan kegiatan ini relatif sesuai dan cukup  2 3 3 Materi/kegiatan yang disajikan jelas dan mudah dipahami 5 4 Panitia memberikan pelayanan yang baik selama kegiatan  5 5 Masyarakat menerima dan berharap kegiatan-kegiatan seperti ini dilanjutkan di masa yang akan datang  5   Tabel 1. Tabel Kuisioner Kepuasan Mitra Terhadap Karya Abdi Masyarakat Internal 2025-1 Sumber: Olahan Penulis, 2025

By Dzakwan | Uncategorized @id
DETAIL
Jan
10

Perancangan Lemari Penyimpanan APE (Alat Permainan Edukatif) Dengan Pendekatan Ergonomi Anak Usia Dini di Pos PAUD Fathonah, Desa Lengkong

Tim Anggota Ketua Anggota Imtihan Hanom Anggota Rizka Rachmawati Anggota Mahasiswa Cresida Amnesti Sukma Mitra Pos PAUD Fathonah Alamat Mitra Jl. Ciganitri RT 02 RW 09 Desa Lengkong Kec. Bojongsoang Pos PAUD Fathonah yang berada di Desa Lengkong, Bojongsoang merupakan salah satu fasilitas belajar mengajar usia dini yang menggunakan dana dari hasil swasembada Desa Lengkong. Semua peserta didik tidak dikenakan biaya sekolah sehingga Pos PAUD Fathonah memberikan manfaat yang sangat besar bagi warga sekitar Desa Lengkong. Sistem pembelajaran di POS PAUD Fathonah sudah 100% secara tatap muka walapun pada masa pandemi Pos PAUD Fathonah juga menjalankan sistem pembelajaran online. Siswa dan siswi belajar secara langsung dimulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 09.30 WIB. Setelah masa pandemi berlalu ternyata terjadi peningkatan jumlah siswa yang signifikan di tahun ajaran 2024-2025 ini. Jumlah siswa yang sebelumnya hanya sebanyak 53 siswa, bertambah sebanyak 20 siswa menjadi 73 siswa. Berdasarkan peningkatan tersebut maka tentunya banyak kebutuhan yang perlu ditambahkan dan dikembangkan. Salah satu kebutuhan siswa dan siswi terkait kegiatan belajar adalah mengenal APE (Alat Permainan Edukatif). APE yang ada saat ini disimpan pada lemari di masing-masing ruang kelas. Namun dari hasil observasi yang dilakukan, lemari penyimpanan APE dirasa masih belum sesuai kebutuhan. Lemari yang terlalu tinggi dan tidak tertutup membuat APE susah di raih oleh anak usia dini. Siswa sebaiknya dapat menjangkau APE dengan kemampuan sendiri sebagai bentuk pengembangan kemandirian. Lemari yang terbuka juga berpotensi membuat APE mudah hilang. Ukuran lemari yang terlalu besar membuat ruangan kelas terkesan sempit yang tentunya berdampak pada kenyamanan didalamnya. Selain itu, kondisi lemari yang sudah kurang baik terlihat dari banyaknya bagian sambungan yang sudah terlepas memberi ketakutan kepada pengguna ruang kelas. Kondisi Eksisting Lemari Penyimpanan Solusi dari permasalahan yang ditemukan di ruang kelas Pos PAUD Fathonah adalah membuat lemari penyimpanan APE yang disesuaikan terhadap kebutuhan penguna. Dari hasil wawancara dan observasi maka disimpulkan beberapa kebutuhan pengguna antara lain; Lemari yang mudah dijangkau anak usia dini, lemari yang dapat membuat APE tidak berantakan, lemari yang memiliki penutup sehingga APE tidak kotor dan rentan hilang. Lemari dibuat menggunakan bahan yang memiliki ketahanan terhadap suhu lembab dikarenakan lokasi Pos PAUD Fathonah berada di pinggir sungai. Lemari juga dilapis dengan bahan yang tidak berbahaya untuk anak anak usia dini (tidak beracun, tidak gampang terbakar, tidak keras, dan lainnya). Perancangan lemari juga tidak terlepas dari pemahaman mengenai pembagian jenis-jenis APE yang ada di Pos PAUD Fathonah. Alat permainan edukatif sendiri terdiri dari berbagai macam jenis permainan dimana pengelompokan untuk penyimpanannya menjadi peting agar tidak tertukar maupun tercecer (Aryono & Purbowaskito : 2018). Dengan begitu, ketika siswa hendak melakukan pembelajaran melalui APE maka lemari penyimpanan mempermudah kegiatan tersebut. Proses pertama setelah dilakukan analisa terkait permasalahan yang ada di ruang kelas Pos PAUD Fathonah, maka tim membuat desain lemari APE. Setelah gambar kerja selesai dan sudah melalui tahap revisi, maka proses lanjut untuk pembuatan lemari APE 1:1. Selama proses pembuat ditemukan juga permasalahan mengenai seringnya APE hilang karena tercecer atau tidak disimpan pada tempatnya kembali. Untuk itu lemari dibuat dengan dilengkapi rak agar bisa dilepas pasang sebagai solusi mempermudah pengambilan dan penyimpanan APE. Material dari lemari dibuat menggunakan Particleboard yang dilapis HPL foil berwarna putih agar lemari berwanra netral. Untuk rak penyimpanan menggunakan material plastik berwarna warni sehingga memiliki bobot ringan namun memiliki ketahanan yang cukup baik. Sistem sambungan dari material ini menggunakan sistem sambungan dowel, paku, baut, dan las. Gambar Kerja Foto Kegiatan Serah Terima

DETAIL
Secret Link