Bachelor of Interior Design Telkom University

Author: Dzakwan

Jan
08

MENGHIDUPKAN BANGUNAN KOLONIAL: DESAIN INTERIOR ADAPTIF BERBASIS BRANDING UNTUK KANTOR BARLAND SOUND SYSTEM

Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif, ruang kerja tidak lagi dipahami semata sebagai tempat bekerja, melainkan juga sebagai media komunikasi identitas dan citra sebuah brand. Desain interior kini berperan strategis dalam membentuk pengalaman ruang, memperkuat branding, serta mendukung pola kerja yang fleksibel dan kolaboratif. Tantangan ini semakin kompleks ketika ruang kerja berada di dalam bangunan heritage yang memiliki nilai sejarah tinggi dan keterbatasan fisik tertentu. Hal tersebut menjadi latar belakang kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Telkom University pada Kantor Barland Sound System & Equipment, sebuah UMKM penyedia perangkat dan layanan audio profesional yang berlokasi di bangunan kolonial Belanda di Jalan Aceh, Bandung. Bangunan bersejarah ini memiliki karakter arsitektural kuat, namun belum tertata secara optimal untuk menunjang aktivitas kerja modern dan representasi identitas merek perusahaan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pihak Barland, kondisi ruang kantor sebelumnya terasa padat, kurang fleksibel, serta belum mampu menampilkan karakter profesional dan kreatif perusahaan. Di sisi lain, struktur bangunan kolonial tidak memungkinkan perubahan fisik yang masif, sehingga dibutuhkan pendekatan desain yang adaptif tanpa merusak nilai historis bangunan. Menjawab tantangan tersebut, tim Abdimas Telkom University yang diketuai oleh Rexha Septine Faril Nanda, S.Ds., M.Ds., bersama Kiki Putri Amelia, S.Ds., M.Ds. dan Niken Laksitarini, S.Ds., M.Ds., serta melibatkan mahasiswa Desain Interior, mengusulkan solusi interior adaptif berbasis branding dengan penerapan furnitur modular dan analisis spasial berbasis Space Syntax. Pendekatan interior adaptif berbasis branding menempatkan ruang sebagai representasi nilai dan identitas Barland Sound System & Equipment. Elemen branding diwujudkan melalui pemilihan warna, material, grafis visual, serta penataan ruang yang mencerminkan karakter dinamis dan kreatif industri audio. Konsep ini dipadukan dengan prinsip adaptive reuse, yaitu memanfaatkan bangunan lama untuk fungsi baru tanpa menghilangkan keaslian arsitekturnya. Elemen heritage seperti dinding, bukaan, dan struktur asli bangunan kolonial tetap dipertahankan, sementara elemen interior modern dihadirkan secara ringan dan fleksibel. Salah satu strategi utamanya adalah penggunaan furnitur modular, seperti unit penyimpanan peralatan audio, meja kerja dengan storage terintegrasi, meja–bangku multifungsi, dan stool yang mudah dipindahkan. Furnitur ini memungkinkan ruang diatur ulang dengan cepat sesuai kebutuhan kerja, rapat, diskusi, hingga aktivitas komunitas musik. Keunikan dari kegiatan Abdimas ini terletak pada penerapan Visibility Graph Analysis (VGA) berbasis teori Space Syntax menggunakan perangkat lunak DepthmapX. Analisis ini digunakan untuk memetakan tingkat keterlihatan ruang dan menentukan area paling strategis untuk penempatan elemen branding. Hasil analisis menunjukkan bahwa area penerimaan dan jalur sirkulasi utama memiliki tingkat visibilitas tertinggi, sehingga dimanfaatkan sebagai titik utama penempatan logo, mural identitas, dan display portofolio Barland. Sementara itu, area kerja dan penyimpanan ditempatkan pada zona dengan visibilitas lebih rendah untuk menjaga privasi dan efisiensi kerja. Pendekatan berbasis data ini membantu menciptakan pengalaman visual yang konsisten dan kuat bagi pengunjung maupun pengguna ruang. Hasil perancangan berupa layout interior, tata letak furnitur modular, gambar potongan ruang, visualisasi 3D, serta peta analisis visibilitas ruang telah diserahkan secara resmi kepada mitra. Desain yang dihasilkan mampu mengintegrasikan nilai heritage bangunan kolonial dengan kebutuhan ruang kerja kontemporer secara harmonis. Umpan balik dari pihak Barland Sound System & Equipment menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, dengan total kepuasan mencapai 95 persen. Mitra menilai bahwa desain yang dihasilkan tidak hanya fungsional dan estetis, tetapi juga sangat membantu dalam memperkuat identitas merek dan mendukung fleksibilitas operasional. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan desain interior adaptif berbasis branding pada bangunan bersejarah, khususnya bagi UMKM di sektor industri kreatif. Selain mendukung pelestarian bangunan heritage, pendekatan ini juga mendorong inovasi desain yang berkelanjutan dan berbasis analisis spasial. Ke depan, kolaborasi antara Telkom University dan Barland Sound System & Equipment diharapkan dapat berlanjut hingga tahap implementasi fisik desain, sekaligus membuka peluang pengembangan model desain serupa bagi UMKM lain yang memanfaatkan bangunan bersejarah sebagai ruang kreatif. https://youtu.be/SzMT-dDbFqY TIM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT KETUA TIMREXHA SEPTINE FARIL NANDA, S.DS., M.DS. (NIP: 23960022) ANGGOTA DOSENKIKI PUTRI AMELIA (NIP: 23910012) NIKEN LAKSITARINI (NIP: 24800003) ANGGOTA MAHASISWANTIA AULIA (NIM: 106032300155) ALVAN SYARIF (NIM: 106032300147) DEFFANY RAMEYZA PUTRI (NIM: 106032430017)

DETAIL
Jan
08

Tim Pengabdian Masyarakat Telkom University Dampingi Perancangan Ulang Interior Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung

Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Desain Interior Universitas Telkom melaksanakan kegiatan pendampingan perancangan ulang interior di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas ruang kerja dan pelayanan publik. Kegiatan ini diawali dengan pertemuan bersama mitra untuk mendiskusikan kebutuhan fasilitas yang belum terpenuhi serta arah pengembangan ruang yang diharapkan. Gambar Tim pengabdian masyarakat berdiskusi bersama Dinas Kesehatan Kebutuhan perancangan ulang pada Dinas Kesehatan ini meliputi ruang pimpinan, ruang kerja pegawai, ruang pelayanan, ruang rapat, serta ruang penunjang seperti toilet, mushola, gudang, dan ruang laktasi. Sebagai tindak lanjut, tim melakukan survei dan pengukuran bangunan secara menyeluruh dengan pendampingan dari pihak mitra. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data kondisi eksisting serta dapat mengidentifikasi permasalahan ruang seperti sirkulasi yang kurang optimal, keterbatasan area kerja, serta minimnya fasilitas penyimpanan. Data hasil survei kemudian diolah sebagai dasar penyusunan alternatif tata letak dan konsep perancangan. Gambar Hasil 3D Modeling Ruang Kantor Dinas Kesehatan Konsep perancangan mengusung tema sustainable design dan penguatan corporate identity agar desain interior mampu merepresentasikan identitas institusi sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang nyaman. Konsep ini terlihat pada motif yang merepresentasikan Kabupaten Bandung. Selain itu pemanfaatan pencahayaan alami sebagai upaya dalam penghematan energi. Adapun penggunaan tumbuhan indoor yang dipakai sebagai pengaturan kelembaban ruang dan penyaring udara alami yang baik. Gambar Kegiatan Presentasi Desain Dinas Kesehatan Hasil perancangan yang telah disusun selanjutnya dipresentasikan kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dan dilanjutkan dengan proses serah terima. Pada tanggal 24 Desember 2025, tim Pengabdian Masyarakat memaparkan hasil akhir perancangan dan menerima tanggapan serta masukan dari mitra sebagai bagian dari penyempurnaan desain yang diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja dan pelayanan yang lebih baik. Ketua Tim IRWAN SUDARISMAN (NIP: 14820073)   Anggota Tim RAISYA RAHMANIAR HIDAYAT (NIP: 25950002) HANA FAZA SURYA RUSYDA (NIP: 22950026)   Anggota Mahasiswa NAZWA FEBIADITA RIYADI (NIM: 106032400003) AISHA HUMAYRA (NIM: 106032300102) RAISA ASNIA DIWANIE (NIM: 106032400013) PETIR ANGGARA PUTRA TRI WIBOWO (NIM: 106032330176) ALDI FIKRI (NIM: 106032300163)

By Dzakwan | Uncategorized @id
DETAIL
Jan
08

Perancangan Area Bermain Indoor Berbasis Konsep Montessori sebagai Sarana Pembelajaran Holistik Anak Usia Dini di PAUD Al-Hijrah, Cimahi

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam membentuk perkembangan kognitif, sosial, emosional, motorik, serta karakter anak. Pada rentang usia 0–6 tahun, anak berada pada masa emas perkembangan, sehingga membutuhkan lingkungan belajar yang mampu memberikan stimulasi optimal. PAUD Al-Hijrah Cimahi sebagai lembaga pendidikan formal berbasis Islam menghadapi tantangan dengan bertambahnya jumlah siswa pada tahun ajaran 2025–2026. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan penambahan ruang kelas sekaligus prasarana pendukung lain, salah satunya area bermain. Area bermain luar ruangan dan perpustakaan yang dimiliki saat ini tidak cukup menampung aktivitas siswa, sehingga fungsi bermain sebagai sarana pembelajaran holistik belum berjalan optimal. Gambar 1 Peoses Diskusi Tim ABDIMAS dan Serah Terima dengan Mitra Sasar Dari hasil diskusi, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menawarkan solusi melalui perancangan area bermain indoor berbasis konsep Montessori. Montessori menekankan pentingnya prepared environment, yaitu lingkungan belajar yang memungkinkan anak bereksplorasi, mandiri, dan berkembang sesuai tahapannya. Metode yang digunakan mengacu pada pendekatan design thinking dengan melibatkan mitra secara aktif pada setiap tahap. Hasil kegiatan yang direncanakan akan berupa rancangan desain interior area bermain indoor lengkap dengan prototipe berbasis Montessori yang menekankan zoning aktivitas, pemilihan perabot ramah anak, serta tata ruang yang aman, nyaman, dan edukatif. Luaran tambahan meliputi jurnal pengabdian masyarakat, video kegiatan, dan artikel media internal. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran holistik di PAUD Al-Hijrah sehingga siswa dapat melakukan kegiatan dengan lebih optimal. Gambar 2 Desain Area Bermain Indoor yang Dihasilkan Gambar 3 Fitting Desain dan Implementasi Desain di PAUD Al-Hijrah Masyarakat sasar merasa sangat setuju jika kegiatan pengabdian Masyarakat ini berdampak positif pada perkembangan kemajuan TKA Al-Hijrah, seluruh  guru/ staff pengajar merasa sangat puas terhadap penyelenggaraan kegiatan pengabdian Masyarakat di TKA Al-Hijrah dan berharap kegiatan ini akan berlanjut. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Vika Haristianti, S.Ds., M.T Fajarsani Retno Palupi, S.Sn., M.Ds. Aida Andrianawati, S.T.,M.Sn. Anggota Mahasiswa M Gavin Rajwa Quranridho (NIM: 106032400001) Muhammad Ghany Bumi Persada (NIM: 106032400094) Muhayya Azwa Monchot Lubis (NIM: 106032430006)

DETAIL
Jan
06

PERANCANGAN KERAN & INTEGRASI TEKNOLOGI PADA AREA WUDHU DAARUT TAUHIID

Wudhu Hemat Air di Daarut Tauhiid: Teknologi yang Taat Syariat Di tengah meningkatnya kekhawatiran akan krisis air bersih, satu aktivitas harian umat Muslim sering luput dari perhatian, yaitu wudhu. Padahal, di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia seperti Indonesia, penggunaan air untuk bersuci terjadi jutaan kali setiap hari, terutama di masjid, pesantren, dan institusi keagamaan. Jika tidak dikelola dengan bijak, praktik ini berpotensi menjadi sumber pemborosan air yang signifikan. Ironisnya, pemborosan air saat wudhu justru bertentangan dengan nilai Islam itu sendiri. Rasulullah SAW telah mencontohkan wudhu dengan air yang sangat terbatas, bahkan ketika berada di dekat sumber air yang melimpah. Artinya, persoalan wudhu hemat air bukan sekedar isu teknis, melainkan juga persoalan etika dan konsistensi nilai. Berbagai studi menunjukkan bahwa tingginya konsumsi air wudhu bukan semata-mata disebabkan oleh perilaku jamaah. Faktor desain fasilitas, khususnya keran wudhu, memegang peran besar. Keran konvensional umumnya membiarkan air mengalir terus-menerus tanpa kontrol debit yang jelas, kurang ergonomis, dan sering kali tidak inklusif bagi kelompok tertentu, seperti lansia atau penyandang disabilitas. Akibatnya, air terbuang bahkan sebelum digunakan secara optimal. Persoalan inilah yang menjadi perhatian Yayasan Daarut Tauhiid (DT) di Bandung. Sebagai institusi yang sejak lama mengusung konsep eco green, DT memandang kepedulian lingkungan bukan sebagai agenda tambahan, melainkan sebagai bagian dari praktif ibadah sehari-hari. Area wudhu Masjid Daarut Tauhid, dengan jumlah jamaahnya yang sangat tinggi, kemudian dijakdikan sebagai lokasi pilihan unduk kegiatan kolaborasi inovatif antara nilai syariat Islam, desain, dan teknologi. Melalui program pengabdian masyarakat, Telkom University bekerja sama dengan startup Karla Bionics untuk merancang solusi wudhu hemat air yang tidak hanya efisien, tetapi juga taat syariat dan realistis untuk diterapkan di masjid. Karla Bionics sebelumnya telah mengembangkan Lubna Watertap, sebuah keran hemat air yang dalam uji coba awal mampu mengurangi penggunaan air hingga sekitar 56 persen. Namun, prototipe tersebut masih perlu dikembangkan lebih jauh. Gambar 1. Prototipe Lubna Watertap oleh Karla Bionics, Dokumentasi Penulis 2025 Evaluasi lapangan di Masjid Daarut Tauhiid mengungkap masalah yang kerap terjadi. Mulai dari keran yang tidak ramah pengguna, sistem kontrol air yang masih primitive, serta bagian bawah keran yang cepat rusak dan harus diganti secara keseluruhan. Biaya perawatan pun membengkak, sementara pemborosan air terus berlangsung. Berangkat dari kondisi tersebut, tim Telkom University mengusung pendekatan desain yang tidak hanya menawarkan teknologi canggih, tetapi desain keran yang disusun berdasarkan pengamatan perilaku jamaah, pola gerak tubuh saat wudhu, serta pengamatan perilaku jamaah. Hasilnya adalah tiga alternatif desain keran hemat air yang masing-masing menawarkan keunggulan berbeda. Gambar 2. Desain Keran Uplift Eco Water Tap, Dokumentasi Penulis 2025 Desain pertama, Uplift Eco Water Tap, memodifikasi keran eksisting dengan sistem uplift (tekan dari bawah) yang membuat air mengalir hanya dalam durasi singkat sebelum berhenti otomatis, tanpa memerlukan listrik. Teknik menekan dari bawah akan mempermudah proses berwudhu, yang disesuaikan dengan gerakan berwudhu (mengambil air dari bawah dan mengusapkan ke anggota tubuh). Gambar 3. Desain Keran Extendable Eco Water Tap, Dokumentasi Penulis 2025 Desain kedua, Extendable Eco Water Tap, mengintegrasikan sensor dan selang fleksibel untuk kontrol air yang lebih presisi, meski dinilai masih terlalu kompleks dan mahal untuk implementasi awal. Gambar 4. Desain Keran modifikasi Lubna Watertap, Dokumentasi Penulis 2025 Desain ketiga memodifikasi Lubna Watertap agar tampil lebih familiar, menyerupai keran dispenser yang sudah dikenal luas, dengan pengaturan debit air yang lebih merata dan hemat. Ketiga desain ini kemudian diwujudkan dalam mockup skala penuh menggunakan teknologi cetak 3D dan dipresentasikan secara terbuka dalam sesi pemaparan program pengabdian masyarakat Telkom University. Forum ini dihadiri oleh pimpinan Yayasan Daarut Tauhiid, pengurus masjid, serta pihak Karla Bionics. Sesi tersebut menjadi ruang penting untuk pengambilan umpan balik langsung dari para pemangku kepentingan. Gambar 5. Kegiatan Pemaparan dan Serah Terima, Dokumentasi Penulis 2025 Masukan yang muncul sangat kontekstual dan membumi. Pihak Daarut Tauhiid menekankan pentingnya desain yang sederhana, intuitif, dan memiliki komponen modular, khususnya pada bagian bawah keran, agar perawatan lebih efisien dan tidak membebani anggaran masjid. Jamaah yang datang dari berbagai latar belakang juga menuntut desain yang mudah dipahami tanpa perlu instruksi khusus. Sementara itu, Karla Bionics menyoroti perlunya uji langsung pada pengguna untuk memastikan kenyamanan tetap terjaga. Sebagai tindak lanjut dari pengembangan keran hemat air, kegiatan ini juga merekomendasikan penerapan Smart Wudhu (Ablution) Space Ecosystem sebagai arah pengembangan jangka panjang. Melalui intervensi desain water-saving taps, penataan posisi dan ketinggian keran berbasis ergonomi, serta pemanfaatan gesture atau proximity sensor untuk mengontrol aliran air, penggunaan air dapat ditekan tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah. Integrasi sistem pintar memungkinkan pemantauan konsumsi air secara real-time, sementara simulasi lingkungan (ecotect simulation) digunakan untuk mengoptimalkan tata letak ruang, pencahayaan, dan sirkulasi udara. Menariknya, konsep smart dalam ekosistem ini tidak selalu identik dengan teknologi mahal. Sistem dirancang agar bersifat modular, bertahap, dan kontekstual. Dengan pendekatan ini, Smart Wudhu Ecosystem diharapkan menjadi solusi yang budget friendly, berbiaya perawatan rendah, dan menghasilkan water fixture yang tahan lama. Secara prinsip, inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6 (air bersih dan sanitasi), SDG 9 (inovasi dan infrastruktur), dan SDG 11 (kota dan komunitas berkelanjutan), serta mendukung standar Green Building Council Indonesia (GBCI), terutama pada aspek Water Conservation (WAC) dan Energy Efficiency and Conservation (EEC). Respons jamaah terhadap program ini pun positif. Berdasarkan kuesioner, seluruh responden menyatakan bahwa program ini sesuai dengan kebutuhan mereka dan layak dilanjutkan. Lebih dari sekadar inovasi teknis, program ini membuka ruang refleksi bahwa keberlanjutan lingkungan dapat dimulai dari praktik ibadah paling dasar. Dari Bandung, inisiatif wudhu hemat air di Daarut Tauhiid memberi pesan penting bagi publik: kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu menuntut perubahan besar dan mahal. Ia bisa dimulai dari hal sederhana. Mulai dari cara kita membuka keran, dan cara kita memaknai ibadah. Ketika spiritualitas dan tanggung jawab ekologis berjalan beriringan, maka wudhu bukan hanya menyucikan diri, tetapi juga menjaga bumi. https://youtu.be/x2HOae5dUe0?si=u7urG-lJG5mhQ567%20 Ketua Tim : Athifa Sri Ismiranti, S.Ds., M.Arch. (NIP: 22940036) Anggota Dosen : Akhmadi, S.T., M.Ds. (NIP: 22930022) Raisya Rahmaniar Hidayat, S.Sn, M.Arch. (NIP: 25950002) Anggota Mahasiswa : Ahmad Khairul Fatah Musyaffa (NIM: 1603223078) Yaasmin Amanda (NIM: 1603223094) Anandira Putra Darmawan (NIM: 1603223197)

DETAIL
Jan
05

FURNITURE MULTIFUNGSI: PERANCANGAN FURNITURE FASILITAS AJAR ANAK USIA DINI DENGAN PENDEKATAN PARTISIPATORI PADA YAYASAN MIFTAHUL ‘ULUUM

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap penting dalam membentuk kemampuan kognitif, sosial, emosional, dan motorik anak. Pada fase ini, anak belajar melalui eksplorasi dan pengalaman langsung, sehingga ruang belajar dan fasilitas pendukungnya perlu dirancang secara aman, nyaman, dan stimulatif. Namun demikian, masih banyak lembaga PAUD di Indonesia yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana, khususnya furnitur yang belum dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak usia dini. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran yang seharusnya berlangsung dalam suasana menyenangkan dan mendukung tumbuh kembang anak. Permasalahan tersebut menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yaitu Perancangan Furniture Multifungsi sebagai Fasilitas Ajar Anak Usia Dini dengan Pendekatan Partisipatori pada Yayasan Miftahul ‘Uluum. Kegiatan ini berfokus pada perancangan furnitur aplikatif dan multifungsi untuk mendukung aktivitas belajar mengajar di Raudhatul Athfal (RA) Miftahul ‘Uluum yang berlokasi di Cisaranten Kulon, Kota Bandung. Dengan menggunakan metode kualitatif, yaitu observasi lapangan, wawancara, serta diskusi partisipatif, tim pengabdian masyarakat Telkom University yang terdiri dari Kiki Putri Amelia, Widyanesti Liritantri, dan Rexha Septine Faril Nanda, bersama mahasiswa, mengusulkan solusi berupa perancangan furnitur multifungsi berbasis pendekatan partisipatoris. Solusi ini dirancang untuk menjawab keterbatasan ruang kelas PAUD agar tetap fungsional, ergonomis, aman, serta sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak usia dini di Yayasan Miftahul ‘Uluum. Pendekatan partisipatoris diterapkan dengan melibatkan mitra secara langsung dalam seluruh tahapan perancangan, mulai dari penggalian kebutuhan, penyusunan konsep desain, hingga evaluasi hasil rancangan. Melalui pendekatan ini, pengguna tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam proses desain, sehingga hasil perancangan diharapkan lebih tepat guna dan aplikatif. Dalam perancangannya, furnitur yang diusulkan mengintegrasikan beberapa fungsi dalam satu elemen, seperti area pajang karya siswa, panel aktivitas kreatif, serta rak penyimpanan barang pribadi anak. Furnitur dirancang dengan mempertimbangkan aspek ergonomi anak usia dini, keamanan material, kemudahan perawatan, serta fleksibilitas penggunaan. Pemilihan warna cerah digunakan sebagai elemen visual yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tanpa memberikan distraksi berlebih terhadap kegiatan belajar mengajar. Proses kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di ruang kelas RA Miftahul ‘Uluum. Rangkaian kegiatan meliputi observasi lanjutan, pemaparan hasil desain, diskusi dan evaluasi bersama mitra, serta implementasi desain dalam bentuk furnitur skala 1:1 yang kemudian diserahterimakan kepada pihak yayasan. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa hasil perancangan dapat langsung dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya menghasilkan produk furnitur fisik, tetapi juga memberikan transfer pengetahuan kepada pengelola yayasan dan guru terkait pemanfaatan, penataan, serta pemeliharaan furnitur agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Selain itu, hasil kegiatan ini berpotensi menjadi model pengembangan furnitur ajar bagi lembaga PAUD lain dengan karakteristik ruang dan kebutuhan serupa. Menurut hasil umpan balik dari pihak Yayasan Miftahul ‘Uluum, kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan mitra. Mitra mengapresiasi pendekatan partisipatoris yang diterapkan oleh tim abdimas karena mampu menghasilkan furnitur yang fungsional, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran anak usia dini. Mitra juga berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut pada periode pengabdian masyarakat berikutnya. Melalui kegiatan ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas lingkungan belajar anak usia dini serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran yang layak dan inklusif. Ketua Tim: Kiki Putri Amelia (NIP: 23910012) Anggota Dosen: Widyanesti Liritantri (NIP: 23790005) Rexha Septine Faril Nanda (NIP: 23960022) Anggota Mahasiswa N. Azmil Kamalt (NIM: 1603223127) Luthfan Haikal Abdillah (NIM: 1603223172) Hasna Kirana Thufailah Jayasaputra (NIM: 1603223157) Favya Naufa Riani (NIM: 1603223179)

By Dzakwan | Uncategorized @id
DETAIL
Secret Link