Mengubah Ruang Sisa pada Masjid Daarut Tauhiid menjadi Ruang Edukatif menggunakan Teknologi Interaktif dan Virtual Reality

Mengubah Ruang Sisa pada Masjid Daarut Tauhiid menjadi Ruang Edukatif menggunakan Teknologi Interaktif dan Virtual Reality

Daarut Tauhid, merupakan salah satu pusat dakwah yang setiap harinya dikunjungi ribuan jamaah. Tidak hanya dihadiri oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dari luar daerah. Hal ini mendorong keperluan untuk memaksimalkan area-area yang ada di dalam masjid tersebut. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan ada area yang tidak termanfaatkan dengan baik, dan kondisinya berada di bawah tangga, area yang cukup ramai. Secara visual, area ini tidak enak dipandang, secara fungsional, area ini akhirnya dimanfaatkan hanya sebagai tempat penyimpanan barang yang tidak terpakai. Dalam ranah desain interior, ruang yang tidak dimanfaatkan dengan baik ini dikenal sebagai dead space atau negative space. Pemanfaatan dead space ini bisa menjadi nilai baru bagi pengguna masjid.

Berdasarkan hasil diskusi dan wawancara, kebutuhan akan ruang edukatif anak menjadi sorotan. Hal ini dibutuhkan mengingat tidak sedikit jamaah yang datang mengikuti kajian bersama keluarga, termasuk membawa anak-anak. Sayangnya, belum tersedua ruang khusus yang dapat mendukung aktivitas edukatif anak selama orang tua mengikuti kegiatan di masjid. 

Berangkat dari kondisi tersebut, tim pengabdian masyarakat Telkom University bersama Yayasan Daarut Tauhiid melakukan perancangan ulang ruang dengan pendekatan yang berpusat pada kebutuhan pengguna. Tanpa perlu menambahkan bangunan baru, tim memilih memanfaatkan ruang yang selama ini terabaikan menjadi reading corner yang ramah anak. Proses perancangannya tidak dilakukan berdasarkan asumsi semata. Tim terlebih dahulu melakukan observasi lapangan, mengukur dimensi ruang, berdiskusi dengan pengurus masjid melalui Focus Group Discussion (FGD), serta mengidentifikasi pola aktivitas jamaah. Pendekatan ini memastikan bahwa desain yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan pengguna sekaligus tetap selaras dengan karakter lingkungan masjid.

Hasilnya, area bawah tangga yang semula kosong, disulap menjadi ruang literasi bertema “rumah pohon”. Rak buku yang dirancang mengikuti bentuk tangga menjadi solusi yang efektif dan efisien, karena dapat memanfaatkan ruang semaksimal mungkin tanpa mengganggu area sirkulasi dan aktivitas utama. Dengan demikian, setiap sudut ruang dirancang agar efisien. Furniturnya sendiri dirancang agar menyesuaikan antropometri anak usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Sudut-sudut juga dibuat melengkung demi menjaga kemanan penggunaan anak-anak. Suasana ruang diperkuat melalui warna-warna bernuansa alam, untuk meningkatkan suasana nyaman, serta menambahkan dekoratif Islami untuk menyelaraskan dengan suasana sekitar. Disediakan juga area duduk yang nyaman dan fleksibel. Harapannya, dengan keputusan-keputusan desain ini, reading corner yang dirancang dapat mendorong minat anak-anak untuk membaca dan belajar.

Proses perancangan tidak berhenti di situ. Area multimedia masjid yang selama ini digunakan untk kajian dan pembelajaran juga turut ditata ulang. Ruang yang sebelumnya berupa lantai datar dengan keterbatasan visibilitas diubah menjadi ruang belajar yang lebih terstruktur melalui penambahan area duduk lesehan berundak, panggung narasumber, penyimpanan yang terintegrasi, serta material akustik untuk meningkatkan kualitas penyampaian materi. Dengan penataan tersebut, interaksi antara pemateri dan jamaah menjadi lebih nyaman, sementara pengalaman belajar dapat berlangsung lebih fokus.

Menariknya lagi, inovasi pada kegiatan ini tidak hanya terletak pada hasil desain, tetapi juga pada cara desain tersebut dikomunikasikan kepada mitra. Seluruh rancangan divisualisasikan dalam bentuk simulasi Virtual Reality (VR) sehingga para pengurus Daarut Tauhiid sebagai perwakilan mitra dapat merasakan pengalaman berada di dalam ruang yang masih berupa konsep. Melalui kacamata VR, pengguna dapat berjalan menyusuri area multimedia maupun reading corner dalam skala satu banding satu. Beberapa elemen interior bahkan dapat diinteraksikan secara langsung, seperti menyalakan layer multimedia, mengambil buku, hingga memindahkan beberapa benda. Simulasi ini ditujukan untuk memberi pengalaman yang lebih nyata agar dapat membantu proses pengambilan keputusan desain. Dengan inovasi ini, pengurus masjid dapat mengevaluasi tata letak ruang, kenyamanan sirkulasi, hingga fungsi setiap elemen sebelum proses pembangunan dilakukan. Dengan demikian, berbagai masukan dapat diberikan secara mendetail pada tahap perancangan sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan implementasi maupun kebutuhan revisi setelah pembangunan.

Dalam sesi diseminasi, hasil desain beserta simulasi VR memperoleh respons yang sangat positif. Seluruh peserta menilai program sesuai dengan kebutuhan pengembangan fasilitas masjid dan berharap desain tersebut dapat segera diwujudkan. Bagi pihak mitra, teknologi VR bukan sekadar pelengkap visualisasi, melainkan media komunikasi yang membantu menerjemahkan gagasan desain menjadi pengalaman ruang yang mudah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan.

Pengalaman di Masjid Daarut Tauhiid menunjukkan bahwa inovasi dalam desain tidak selalu dimulai dari pembangunan ruang baru. Terkadang, perubahan terbesar justru lahir dari kemampuan melihat potensi pada ruang yang selama ini dianggap tidak berguna. Ketika dipadukan dengan pendekatan desain yang berpusat pada pengguna dan dukungan teknologi seperti Virtual Reality, proses perancangan menjadi lebih partisipatif, mudah dipahami, dan lebih siap diwujudkan. Pada akhirnya, desain bukan hanya tentang menciptakan ruang yang indah, tetapi juga tentang menyampaikan gagasan secara efektif kepada mereka yang akan menggunakannya. Dari sebuah ruang kosong di bawah tangga hingga pengalaman menjelajahi bangunan melalui dunia virtual, inovasi ini menunjukkan bahwa desain yang baik mampu mengubah cara kita memandang ruang bahkan sebelum ruang tersebut benar-benar dibangun.

____________________________________________________________________________________________________________________

  • Judul Kegiatan Abdimas: Perancangan Interior Area Multimedia dan Reading Corner Masjid Daarut Tauhiid
  • Lokasi Kegiatan : Masjid Daarut Tauhiid – Jl. Gegerkalong Girang Baru No. 38, Isola, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40154 , Isola, Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat
  • Durasi Kegiatan : Desember2025 – Juni 2026
  • Tujuan Kegiatan : meningkatkan kualitas pengalaman belajar dan aksesibilitas untuk semua segmen jamaah dalam infrastruktur Masjid Daarut Tauhiid, khususnya area multimedia dan penambahan reading corner anak

Ketua Tim          : Athifa Sri Ismiranti, S.Ds., M.Arch. (NIP: 22940036)
Anggota Dosen :

  1. Akhmadi, S.T., M.Ds. (NIP: 22930022)
  2. Raisya Rahmaniar Hidayat, S.Sn, M.Arch. (NIP: 25950002)

Anggota Mahasiswa :

  1. Yaasmin Amanda (NIM: 106032300081)
  2. Ardelia Nabila (NIM: 106032330026)
  3. Nidya Hasna Maritsa (NIM: 106032300128)
  4. Nafla Syauqi S. (NIM: 7708220039)
  5. Rizka Indah Permata (NIM: 607062330043)