IMPLEMENTASI KONSEP BANGUNAN BERTUMBUH DALAM PENGEMBANGAN SARANA PEMBELAJARAN ADAPTIF DI PAUD AL-HIJRAH
Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep “Bangunan Bertumbuh” dalam pengembangan sarana pembelajaran adaptif di PAUD Al-Hijrah, Cimahi. PAUD Al-Hijrah. Konsep ini mengacu pada pengembangan infrastruktur sekolah yang fleksibel dan adaptif, memungkinkan penambahan ruang kelas sesuai kebutuhan. Dengan adanya desain ruang kelas yang adaptif, sekolah dapat menyesuaikan kapasitas dan fungsi ruang seiring dengan pertumbuhan jumlah peserta didik. Hal ini penting, terutama bagi PAUD yang sering kali dihadapkan pada keterbatasan ruang dan fasilitas. Fenomena di atas merupakan bukti yang menunjukan bahwa orang tua yang berminat menyekolahkan anaknya di PAUD Al-Hijrah jumlahnya semakin meningkat. Untuk membuat kualitas semakin baik, dan bisa terus diminati Masyarakat maka proses pembelajaran di PAUD Al-Hijrah memerlukan pembenahan terus-menerus agar kegiatan belajar mengajar yang dilakukan bisa berjalan lebih optimal dan proses pembelajaran maupun operasional bisa berjalan lebih baik. Peningkatan fungsi dan tata ruang dengan cara redesain sarana dan prasarana akan menghasilkan keuntungan pada mitra sasar. Mempertimbangkan urgensi yang terjadi, tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu menyiapkan rencana desain dan prototype bagi gedung belajar di PAUD Al-Hijrah. Seiring dengan berkembangnya pemahaman tentang pendidikan anak usia dini, serta meningkatnya peminat yang mendaftar ke PAUD Al-Hijrah terdapat kebutuhan mendesak untuk melakukan penambahan jumlah ruang kelas. Kemajuan sekolah berdampak pada harus ditambahnya sarana dan prasarana, yang diwujudkan dengan optimalisasi dari fasilitas yang ada saat ini. Gambar 1. Perbandingan visualisasi desain ruang kelas PAUD Al-Hijrah sebelum dan sesudah dilakukan perancangan ulang Penerapan konsep bangunan bertumbuh diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan kognitif, sosial, motorik, serta emosional anak usia dini. Selain itu, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Kegiatan Pengabdian masyarakat telah selesai dengan diadakannya prosesi serah terima kepada Mitra Sasar pada bulan Juli 2025. Gambar 2 Serah terima kegiatan Pengabdian Masyarakat kepada kepala sekolah PAUD Al-Hijrah Program Pengabdian Masyarakat dengan judul IMPLEMENTASI KONSEP BANGUNAN BERTUMBUH DALAM PENGEMBANGAN SARANA PEMBELAJARAN ADAPTIF DI PAUD AL-HIJRAH dinilai efektif meningkatkan kualitas sarana belajar secara fleksibel dan berkelanjutan. Konsep bangunan bertumbuh dianggap relevan dengan kebutuhan sekolah, dan kolaborasi yang terjalin berjalan dengan baik. Desain ruang bisa diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar, serta luaran prototype mebel yang diberikan juga sesuai dengan kebutuhan mitra sasar. Mitra sasar berharap kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat berlanjut karena merasa sangat puas dengan hasil yang dicapai. Anggota Dosen Vika Haristianti, S.Ds., M.T (NIP: 20910029) Ariesa Farida, S.T., M. Arch (NIP: 23870013) Aida Andrianawati, S.T.,M.Sn (NIP: 20730002) Anggota Mahasiswa Desak Putu Ira Maharani (NIM: 1603210038) Fathimah (NIM: 1603210217) Natasya Novariza Mulyadi (NIM: 1603223095)
PENERAPAN KONSEP SUSTAINABILITY PADA RUANG IBADAH DI MASJID (MASJID HIJRAH BAWAH JEMBATAN TOL BUAH BATU BANDUNG)
Tim dosen: 1. Tita Cardiah, S.T., M.T 2. Rangga Firmansyah, S.Sn., M.Sc., Ph.D. Tim Mahasiswa : 1. Muhamad Ridho Satria 2. Nouval Rajajulian 3. Nadiva Nafis Khalaid Masjid Hijrah Bawah Jembatan Tol Buah Batu (BJTB) merupakan masjid yang sangat membantu masyarakat sekitarnya khususnya para pengguna dari kalangan pengunjung yang menumpang atau transit bagi pengendara motor khususnya ojek Online. Masjid ini membutuhkan fasilitas penunjang dengan konsep keberlanjutan yang mampu membantu para jamaah untuk salat, istirahat dan silaturahmi. Pihak DKM memiliki keinginan untuk menambah fasilitas berupa sarana penyimpanan helm, sepatu/sandal, bisa numpang charging HP, bisa duduk-duduk untuk sekedar makan nasi bungkus, dan area diskusi/silaturahmi sehingga fasilitasnya menjadi media yang menjaga keberlanjutan baik secara fungsi maupun kebermanfaatan. Hal menarik lainnya DKM memiliki tujuan untuk memfasilitasi jamaah ikut kajian dengan membuat program kegiatan terjadwal dan berkelanjutan. Selain itu masjid ini menjadi media silaturahmi antara jamaah. Tujuan utama proposal ini untuk membantu mewujudkan penambahan fasilitas masjid yang diharapkan para pengunjung/jamaah merasa nyaman sehingga tidak merasa sungkan untuk kembali ke masjid untuk beribadah dan silaturahmi. Bentuk pengabdian masyarakat ini adalah menambahkan fasilitas masjid agar dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik, aman nyaman bagi masyarakat/jamaah masjid, khususnya bagi pengemudi ojek Online (ojol) dan warga sekitar. Untuk mengatasi permasalahan dan menjawab kebutuhan mitra, tim pengabdian pada masyarakat Universitas Telkom akan membantu membuatkan furnitur dan fasilitas penunjang lainnya yang sesuai dengan kebutuhan pengguna/jamaah masjid. Diharapkan melalui program pengabdian masyarakat ini kebutuhan mitra dapat terpenuhi dan transfer pengetahuan terkait desain yang berkelanjutan dapat tersampaikan. Adapun luaran yang akan diberikan pada mitra meliputi furnitur atau fasilitas pendukung lainnya yang sangat dibutuhkan mitra. Selain itu, luaran lain berupa laporan akhir, publikasi ilmiah dan publikasi pada website Telkom University. Tahapan Desain Tahapan Produksi Tahapan Implementasi CCTT, view camera CCTV Lampu-lampu terpasang di Masjid BJTB Furnitute Terpasang Dokumen BAST
PERENCANAAN MASTERPLAN AREA KOLAM RENANG DAN KAWASAN WISATA DI DESA BAROS, ARJASARI
Ketua Tim : ERLANA ADLI WISMOYO (NIP: 22900015) Anggota Tim : REZA HAMBALI WILMAN ABDULHADI (NIP: 20830003) : DESTHYO PUTRA PANGESTU (NIP: 24960012) Anggota Mahasiswa : NAJA HAFSADIYA (NIM: 1603223126) : RR WINI ANINDYA (NIM: 1603223187) : FATHIYA AHMAD (NIM: 1603223135) Desa wisata Baros merupakan desa wisata yang terletak di kaki gunung Malabar, Kabupaten Bandung. Desa wisata Baros terkenal akan keindahan alam dan sudah termasuk dalam kategori agrowisata serta berhasil mendapatkan 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Penduduknya sendiri berjumlah lebih dari 10.000 dengan 8000 penduduk berusia produktif dan 3000 penduduk masuk ke dalam kategori anak anak/ remaja. Mayoritas Masyarakat Desa Baros bekerja sebagai petani dan sudah menghasilkan berbagai produk pertanian yang dapat diperjualbelikan. Kearifan local dan tradisi telah menjadi daya Tarik dari Desa Wisata Baros bagi para wisatawan. Hal ini dapat dilihat dari hamparan Kawasan hutan pinus, hamparan persawahan dengan view gunung Malabar, serta terdapat Kawasan wisata kelinci citalutug untuk para wisatawan yang berkunjung. Berdasarkan hasil wawancara dan studi lapangan oleh tim Abdi masyarakat, didapatkan bahwa tingginya minat warga lokal akan fasilitas kolam renang dan area wisata yang dapat digunakan sebagai sarana olahraga, edukasi dan berkumpul bersama. Sehingga para tim akan merancang master plan, visualisasi area, solar energi, serta video preview mengenai potensi dari Desa Baros. Adapun lima tim yang mengikuti kegiatan abdi masyarakat, telah dibagi menyesuaikan kompetensi dosen dan kebutuhan warga lokal. Khusus tim 1 Desain Interior, akan merancang masterplan kawasan area kolam renang dan area wisata, yang akan dilanjutkan secara visualisasi area pada tim 2. Harapannya, dengan adanya kegiatan abdi masyarakat skema Desa Binaan, dapat mengembangkan infrastruktur wilayah setempat yang dapat menarik wisatawan lokal maupun internasional, serta dapat meningkatkan ekonomi berkelanjutan bagi warga lokal.
PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN KECANTIKAN BEAUTY TRAINING CENTER (BTC GRIYA HARAPAN DIFABLE)
Anggota Pengabdian Masyarakat Ketua Pelaksana : Erlana Adli Wismoyo, S.Sn., M.Ds (22900015) Anggota 1 : Kiki Amelia Putri, S.T., M.Ds. (23910012) Anggota 2 : Togar Mulya Raja, S.Ds., M.Ds. (20840001) Anggota Mahasiswa 1 : Luthfia Sekar Arum (1603220001) Anggota Mahasiswa 2 : Hernata Ursula Nadeak (1603223049) Dinas Sosial Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), merupakan unit pelakasanaan teknis daerah dinas sosual provinsi Jawa Barat. Tugas pokok dan fungsi dinas sosisal tersebut yakni memberikan pelayanan rehabilitas sosial pada penyandang disabilitas mental, netra, rungu wicara, dan tubuh. Beberapa kegiatan difasilitasi oleh GHD sebagai bentuk mempersiapkan komunitas GHD untuk siap menjadi entrepreneurship / UMKM pada masyarakat umum. Salah satu fasilitas yang akan dikembangkan adalah Pusat Pelatihan Kecantikan (Beauty Training Center- BTC). Pada BTC ini tidak hanya sebagai pusat pelatihan, namun juga menyediakan beberapa jasa kecantikan seperti potong rambut, keramas, dan lain-lain bagi masyarakat sekitar. Meskipun kegiatan ini telah berjalan dengan fasilitas seadanya, diperlukan pengembangan fasilitas ruangan yang sesuai dengan fungsi dan kebutuhan GHD. Untuk mencapai itu, tim abdimas Telkom University akan melakukan perancangan ulang fasilitas BTC-GHD dengan metode design by research serta menggunakan pendekatan identitas dan budaya lokal dalam perancangan interiornya. Survey awal dilakukan bersama Dinsos untuk melihat kegiatan berlangsung dan kebutuhan ruang serta elemen estetika yang dapat menyokong kebutuhan visual. Re-desain ini bertujuan agar dapat menarik masyarakat umum khususnya wanita dapat menggunakan jasa BTC-GHD ini sebagai kebutuhan akan Perawatan Kecantikan, sehingga dapat membantu meningkatkan kesuksesan UMKM komunitas GHD di Jawa Barat.
ABDIMAS PERANCANGAN APLIKASI VIRTUAL REALITY UNTUK PENGEMBANGAN PRESENTASI IMERSIF DESAIN BANGUNAN
Sabtu, 10 Mei 2025, tim dosen dari Program Studi S1 Desain Interior bersama mahasiswa Fakultas Industri Kreatif (FIK), Telkom University, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bertema “Perancangan Aplikasi Virtual Reality untuk Pengembangan Presentasi Imersif Desain Bangunan”. Kegiatan ini berlangsung di salah satu kafe yang masih dalam tahap finishing di Komplek Pesona Griya Asri Blok A4 No.1, Purwakarta, Jawa Barat. Tujuan Kegiatan berawal dari kebutuhan indonesia yang kini dihadapkan pada tantangan besar dalam menyiapkan tenaga kerja terampil di tengah laju transformasi digital yang sangat cepat. Sektor desain, terutama konsultan desain interior, membutuhkan metode presentasi yang lebih interaktif dan imersif agar mampu meningkatkan keterlibatan dan kepercayaan klien. Menanggapi tantangan ini, Telkom University berkolaborasi dengan mitra industri Kontraktor Center Jaya Interior dalam melakukan kegiatan abdimas bersama untuk merancang pelatihan yang berfokus pada pengembangan aplikasi Virtual Reality (VR). Tujuannya adalah memberikan keterampilan terkini kepada desainer, drafter, dan operator presentasi desain dalam menggunakan media digital yang lebih modern, realistis, dan menarik, sehingga dapat mempercepat proses komunikasi bisnis dan mempermudah realisasi pembangunan. Kegiatan ini bertujuan: Menyampaikan pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan teknologi Virtual Reality yang berkelanjutan. Mengembangkan produk aplikasi digital yang mendukung komunikasi ide desain dengan cara yang lebih efektif. Meningkatkan kemampuan mitra dalam menyampaikan gagasan desain kepada klien secara meyakinkan untuk mempermudah proses akuisisi proyek. Untuk rangkaian kegiatan abdimas, bisa diceritakan sebagai berikut: Sebelum hari pelaksanaan, tim Abdimas telah melakukan riset dan pengembangan aplikasi VR selama sekitar dua bulan. Pengembangan tersebut sebagian besar dilakukan di ruang CoE MREC (Metaverse Research and Experience Center). Hasil pengembangan berhasil membuat sebuah aplikasi. Aplikasi tersebut bertujuan untuk mensimulasikan pengalaman desain interior dalam format digital imersif yang bisa diakses melalui perangkat VR. Secara teknis, aset desain 3D bangunan yang sudah dibuat oleh mitra, kemudian dikonversi menjadi aset 3D di Software Blender, kemudian dilanjutkan pengkodingan di software Unity. Setelah itu diinstall pada gadjet VR Oculus Quest 2. Sehingga secara umum, menggantikan proses presentasi dari kertas dan animasi menjadi presentasi secara imersif melalui VR. Pada hari H, Sabtu, 10 Mei 2025, kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan brifing, persiapan dan keberangkatan dari Perumahan Pesona Ciganitri, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Setibanya di lokasi, tim segera menata area di dalam kafe untuk digunakan sebagai ruang workshop. Acara resmi dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembukaan oleh MC dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi utama oleh ketua tim Abdimas, Bapak Akhmadi, S.T., M.Ds., yang menjelaskan urgensi penguasaan teknologi VR dalam industri desain interior, serta potensi peningkatan kualitas presentasi desain di hadapan klien. Brifing dan berdoa bersama sebelum berangkat ke Purwakarta Salah satu sesi utama adalah demonstrasi penggunaan aplikasi Virtual Reality oleh para peserta yang terdiri dari mitra Center Jaya Interior serta klien bangunan mereka. Melalui perangkat Oculus Quest 2, peserta diajak menjelajahi model virtual interior yang telah dirancang dalam format 3D imersif. Dengan teknologi ini, peserta dapat memahami desain secara menyeluruh, termasuk skala ruang, pencahayaan, dan alur sirkulasi, sebelum desain tersebut diwujudkan secara fisik. Ujicoba bersama tukang dari mitra Center Jaya Interior. Antusiasme peserta sangat tinggi. Para mitra mengungkapkan bahwa pendekatan ini sangat efektif untuk menjelaskan desain kepada klien, terutama bagi mereka yang belum terbiasa membaca gambar teknis atau rendering konvensional. Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai cara pengembangan, penerapan, serta potensi bisnis dari aplikasi VR tersebut. Pengarahan dan brifing untuk menunjukkan area VR yang perlu dirasakan oleh tukang dari Center Jaya Interior. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian sertifikat kepada Mitra Center Jaya Interior, yaitu Bapak Diki Arisandi, diikuti sesi foto bersama dengan seluruh tim. Setelah acara resmi ditutup oleh MC pada pukul 10.30 WIB, kegiatan berlanjut dengan sesi bebas di mana peserta lain berkesempatan mencoba aplikasi VR dan berdiskusi langsung dengan tim pengembang dan abdimas. Foto bersama dari Tim Abdimas dengan Pihak Mitra Center Jaya Interior setelah proses acara abdimas berlangsung. Hasil dan dampak dbdimas ini menghasilkan dua capaian utama: Tersusunnya aplikasi presentasi digital imersif berbasis Virtual Reality yang dapat dimanfaatkan oleh mitra dalam menjelaskan konsep desain bangunan secara lebih realistis dan menarik. Dalam hal ini, aplikasi ruangan Café yang sedang dalam tahap finishing, namun bisa diuji coba secara digital imersif. Peningkatan kompetensi mitra dalam penggunaan teknologi VR, khususnya dalam proses komunikasi desain kepada klien sebagai bagian dari strategi penawaran proyek. Secara strategis, kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs poin ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan poin ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Dengan mempertemukan kekuatan akademik dan keahlian profesional, Abdimas ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan SDM unggul di era transformasi digital dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi dunia desain interior di Indonesia. Abdimas “Perancangan Aplikasi Virtual Reality Untuk Pengembangan Presentasi Imersif Bisnis Desain Bangunan” Ketua Tim: Akhmadi, S.T., M.Ds. Anggota: 1. Mochamad Yudha Febrianta 2. Doddy Friestya Asharsinyo 3. Sultan Sunny Pangestu 4. Saraswati Lismawan 5. Nabila Fairuz Safa 6. Alifia Pramudita 7. Selvy Kusuma Putri
Recent Comments