FURNITURE SIMPAN SEBAGAI SOLUSI PENINGKATAN PELAYANAN ADMINISTRASI POSYANDU BUNCIS, ARCAMANIK, BANDUNG
Posyandu sebagai fasilitas kesehatan berbasis masyarakat memegang peran penting dalam pencatatan dan pemantauan tumbuh kembang bayi, balita, ibu hamil, hingga lansia. Keberhasilan pelayanan Posyandu tidak hanya ditentukan oleh tenaga kesehatan dan kader, tetapi juga sangat bergantung pada ketersediaan sarana pendukung, khususnya fasilitas penyimpanan dokumen administrasi. Permasalahan inilah yang menjadi perhatian Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Telkom University dalam kegiatan pendampingan desain furniture simpan di Posyandu BUNCIS, Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Posyandu BUNCIS secara rutin melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan sebulan sekali bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Namun, hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa fasilitas penyimpanan dokumen masih sangat terbatas dan bersifat seadanya. Dokumen penting masyarakat disimpan dalam lemari terbuka hasil sumbangan warga, tanpa sistem pengamanan dan pengelompokan yang memadai. Kondisi ruang yang lembap juga menyebabkan penurunan kualitas material lemari kayu, sehingga berpotensi merusak arsip administrasi Posyandu. Melalui diskusi dengan kader dan Ketua Posyandu, Tim PKM Telkom University yang terdiri dari Fajarsani Retno Palupi, Rexha Septine Faril Nanda, dan Titihan Sarihati dari Program Studi Desain Interior, merumuskan solusi desain berupa fasilitas furniture simpan yang lebih aman, ergonomis, dan sesuai dengan karakter aktivitas Posyandu. Pendekatan ini menempatkan kebutuhan pengguna sebagai dasar perancangan, sekaligus mempertimbangkan keterbatasan ruang dan multifungsi bangunan Posyandu yang juga kerap digunakan untuk rapat warga dan kegiatan pemilu. Dalam kegiatan PKM ini, metode yang digunakan meliputi survei lapangan, penggalian data kebutuhan pengguna, proses perancangan desain, hingga evaluasi. Tim PKM mengusulkan desain lemari dokumen tertutup berbahan logam dengan bidang kaca transparan pada pintu. Pemilihan material logam dilakukan untuk menjawab permasalahan kelembapan ruang, daya tahan terhadap beban dokumen, serta kemudahan perawatan jangka panjang. Sementara itu, penggunaan kaca memungkinkan kader Posyandu melihat susunan dokumen tanpa harus membuka lemari, sehingga proses kerja menjadi lebih efisien. Desain furniture simpan ini dirancang untuk menampung dokumen dengan ukuran beragam, mulai dari kertas letter hingga legal, dengan sistem penyusunan berjajar menyamping. Tinggi lemari disesuaikan dengan jangkauan ergonomis pengguna, sehingga dokumen tetap mudah diakses tanpa menimbulkan risiko cedera. Prinsip ergonomi dan antropometri menjadi pertimbangan utama agar aktivitas mengambil dan mengembalikan dokumen dapat dilakukan dengan nyaman dan aman oleh kader Posyandu. Selain merancang furniture simpan, Tim PKM juga mengusulkan penataan ulang layout ruang Posyandu. Area penyimpanan ditempatkan di bagian dalam ruang, dekat dengan area konsultasi, namun tetap terlindungi dari akses pengunjung umum. Penataan ini bertujuan untuk menjaga keamanan dokumen, memperlancar sirkulasi ruang, serta menciptakan tampilan ruang Posyandu yang lebih rapi dan tertata. Melalui implementasi desain ini, proses administrasi Posyandu diharapkan menjadi lebih terorganisir, efektif, dan efisien. Dokumen perkembangan kesehatan masyarakat dapat tersimpan dengan baik, mudah diakses saat dibutuhkan, dan terlindungi dari kerusakan. Dampak tidak langsungnya adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, karena kader dapat bekerja lebih fokus dan cepat dalam melayani masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mendapat respons positif dari pihak Posyandu BUNCIS. Kader Posyandu menilai bahwa solusi desain yang ditawarkan sangat relevan dengan kebutuhan lapangan dan dapat meningkatkan profesionalisme pengelolaan administrasi. Ke depan, program ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan berbasis desain interior yang fungsional dan berkelanjutan. Dengan dukungan desain furniture simpan yang tepat guna, Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai ruang komunitas yang tertata, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Ketua TimFAJARSANI RETNO PALUPI (NIP: 14870002) Anggota TimREXHA SEPTINE FARIL NANDA (NIP: 23960022)TITIHAN SARIHATI (NIP: 15730015) Anggota MahasiswaARIF NUGROHO (NIM: 1603223090)LUTHFAN HAIKAL ABDILLAH (NIM: 1603223172)
Pelatihan Seni Rupa di Masjid Al Hasanah – Cisaranten Kulon
Pelatihan Seni Rupa dan Mural Kaligrafi di Masjid Al Hasanah Cisaranten Kulon oleh Tim Pengabdian Masyarakat Telkom University. Cisaranten Kulon, Desember 2025 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dari Telkom University telah sukses melaksanakan program pelatihan seni rupa yang berfokus pada pembuatan mural kaligrafi di Masjid Al Hasanah, Cisaranten Kulon, Bandung. Kegiatan ini berlangsung selama bulan November hingga Desember 2025, dan melibatkan partisipasi aktif dari warga sekitar, khususnya remaja masjid dan komunitas seni lokal. Kegiatan ini diketuai oleh Donny Trihanondo, SDs., MDs., dengan anggota tim Dr. Soni Sadono dan Gema Ariprahara. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan dasar-dasar seni rupa kepada masyarakat serta meningkatkan apresiasi terhadap seni kaligrafi Islam sebagai bagian dari identitas budaya dan spiritual masjid. Pelatihan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengenalan teknik dasar menggambar, pemilihan konsep visual, hingga proses pembuatan mural kaligrafi secara langsung di area dinding luar Masjid Al Hasanah. Hasil akhir dari kegiatan ini berupa sebuah mural kaligrafi berukuran besar yang kini menjadi ikon visual baru di lingkungan masjid, sekaligus memperindah dan memperkuat atmosfer religius di kawasan tersebut. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata Telkom University dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan seni dan budaya. Diharapkan, hasil kegiatan ini tidak hanya memberikan nilai estetis, tetapi juga mampu menjadi media edukasi dan inspirasi bagi generasi muda di Cisaranten Kulon. Ketua Tim: Donny Trihanondo (NIP: 10840063) Anggota Tim 1: Soni Sadono (NIP: 13660045) Gema Ariprahara (NIP: 22750001)
Inovasi Wall Treatment Multifungsi untuk Monitoring Tumbuh Kembang Anak di Pos PAUD Fathonah Bandung
Pos PAUD Fathonah yang berlokasi di Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini. Lembaga yang didanai secara swadaya oleh Desa Lengkong ini tidak memungut biaya pendidikan dari peserta didik, sehingga menjadi tumpuan penting bagi masyarakat sekitar dalam menyediakan pendidikan yang inklusif dan terjangkau. Memasuki tahun ajaran 2024–2025, jumlah siswa Pos PAUD Fathonah mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini turut berdampak pada meningkatnya kebutuhan sarana penunjang pembelajaran, salah satunya fasilitas pengukuran tinggi badan anak sebagai bagian dari pemantauan tumbuh kembang. Hal ini menjadi semakin penting mengingat Pos PAUD Fathonah juga berfungsi sebagai Posyandu pada akhir pekan. Namun demikian, keterbatasan ruang menjadi tantangan utama dalam menghadirkan fasilitas monitoring tumbuh kembang anak yang ideal. Menanggapi permasalahan tersebut, tim dosen Desain Interior Universitas Telkom menghadirkan solusi inovatif berupa wall treatment multifungsi yang mengintegrasikan alat pengukur tinggi badan anak dengan Alat Permainan Edukatif (APE) yang ergonomis dan ramah anak. Desain wall treatment sebagai unit monitoring ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan ruang yang terbatas tanpa mengurangi fungsi edukatif. Selain berperan sebagai media pengukuran tinggi badan, desain ini juga dilengkapi elemen bermain seperti panel magnetik untuk puzzle huruf dan angka, kain flanel untuk permainan tempel-lepas, serta papan tulis kecil yang aman digunakan anak. Kehadiran elemen bermain diharapkan dapat menciptakan suasana menyenangkan sehingga anak-anak lebih bersemangat dan tidak merasa cemas saat dilakukan pengukuran. Dalam perancangannya, tim mempertimbangkan data antropometri anak usia dini guna memastikan keamanan, kenyamanan, serta mendukung kemandirian anak. Material yang digunakan pun dipilih secara cermat, mulai dari papan MDF berlapis cat non-toxic, stiker vinyl anti air dengan visual menarik, hingga laminasi bening untuk melindungi angka pengukuran. Seluruh material dirancang agar aman, tahan lama, mudah dibersihkan, dan ramah anak. Lebih dari sekadar elemen interior, pojok pengukuran ini juga memiliki potensi besar dalam pemberdayaan masyarakat. Proses pembuatannya melibatkan tukang lokal, sementara kader Posyandu berperan dalam mengintegrasikan pemantauan pertumbuhan anak dengan kegiatan kesehatan. Orang tua dan wali murid pun diajak berpartisipasi dalam perawatan serta pengelolaan fasilitas, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya bermain sambil belajar dalam mendukung tumbuh kembang anak. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat ini, Pos PAUD Fathonah diharapkan tidak hanya memiliki fasilitas yang fungsional dan edukatif, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Inovasi ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Bermutu dan poin 9 tentang Infrastruktur, Industri, dan Inovasi. Dengan pendekatan desain yang ergonomis dan berkelanjutan, solusi ini diharapkan dapat menjadi model standar inovasi fasilitas pendidikan anak usia dini di masa depan. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat antusiasme mitra, yakni pengelola Pos PAUD Fathonah beserta masyarakat sekitar, sangat tinggi terhadap keberlanjutan program. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif mitra dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga diskusi pengembangan lanjutan unit monitoring tumbuh kembang anak. Mitra menunjukkan komitmen kuat untuk merawat, memanfaatkan, serta mengembangkan fasilitas wall treatment multifungsi yang telah dirancang agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Antusiasme ini menjadi indikator positif bahwa program tidak hanya menjawab kebutuhan nyata di lapangan, tetapi juga memiliki potensi keberlanjutan yang baik melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, orang tua, dan masyarakat setempat. TIM DOSEN: IMTIHAN HANOM (NIP: 15870084) RIZKA RACHMAWATI (NIP: 14890047) TITIHAN SARIHATI (NIP: 15730015) MAHASISWA: NAJA HAFSADIYA (NIM: 1603223126) RIFKA PARSYA SABILA (NIM: 1603223155) SALMA NAFISA ADZANI (NIM: 1603223067)
Revitalisasi Interior Mesjid sebagai Ruang Ibadah yang Nyaman dan Inklusif bagi Masyarakat
Tim Dosen: Togar Mulya Raja, S.Ds.,M.Ds (NIP: 20840001) Mohd Ridho Kurniawan, S.Ds.,M.Ds (NIP: 24980005) Desthyo Putra Pangestu, S.Ds.,M.Ds (NIP: 24960012) Tim Mahasiswa: Tausyeh Abrori Adipati Putra Rahmat (NIM: 106032300047) Felliza Ayu Rachman (NIM: 106032300107) Aisha Humayra (NIM:106032300102) Aliya Rahma (NIM: 106032300146) Before After kegiatan diskusi dengan RT, RW, Tokoh Agama, Pengurus DKM Al-HIkmah kegiatan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Foto Bersama dengan RT, RW, Tokoh Agama, Pengurus DKM Al-HIkmah Foto Bersama dengan Tokoh Agama, Pengurus DKM Al-HIkmah Masjid bukan sekadar tempat bersujud, melainkan jantung aktivitas sosial dan pendidikan bagi masyarakat sekitarnya. Namun, kenyamanan dalam beribadah sering kali terbentur pada kondisi fisik bangunan yang kurang optimal. Hal inilah yang mendorong tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Desain Interior, Fakultas Industri Kreatif, Telkom University untuk melakukan kegiatan pengabdian Masyarakat berupa perencanaan revitalisasi ruang ibadah Masjid Al-Hikmah di Cicalengka, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini berlangsung dimulai sejak 26 Agustus 2025 dan diserahterimakan pada Kamis, 18 Desember 2025. Melalui observasi mendalam dengan mengunjungi lokasi dan berdiskusi dengan Ketua DKM Masjid, tim menemukan beberapa kendala yang dihadapi jamaah Masjid Al-Hikmah. Mulai dari penataan layout yang belum memisahkan area pria dan wanita secara optimal, sistem sirkulasi udara yang membuat ruang terasa pengap saat kapasitas Jamaah meningkat pada hari besar umat Islam, seperti pada momen salat Jumat atau Tarawih, serta suasana ruangan yang sudah usang sehingga berdampak pada kenyamanan jamaah Mesjid Al-Hikmah maupun masyarakat setempat. Selain itu, aspek inklusivitas menjadi perhatian utama. Selama ini, jamaah lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas masih kesulitan mengakses fasilitas masjid karena minimnya fitur seperti ramp (bidang miring), rak alquran & Lemari Mukena yang tidak memadai serta toilet yang ramah disabilitas. Mengusung metode participatory design, tim Dosen Telkom University melibatkan pengurus DKM Mesjid Al-Hikmah didalam prosesnya, Bapak Sumarna, S.E., selaku ketua pengurus DKM beserta para jamaah Mesjid untuk menentukan solusi desain yang benar-benar dibutuhkan dalam jangka pendek hingga panjang. Program ini bertujuan merevitalisasi interior masjid agar menjadi ruang ibadah yang tidak hanya indah secara visual dengan identitas Islam, tetapi juga fungsional bagi seluruh kalangan, Beberapa poin transformasi yang ditawarkan meliputi: Optimalisasi Tata Ruang dengan Penataan ulang furnitur, perencanaan lemari penyimpanan yang ergonomis, dan pembatas area ikhwan dan akhwat yang lebih jelas. Penyegaran Visual Islami dengan penggunaan elemen kaligrafi dan pola geometris pada mihrab untuk memperkuat suasana spiritual dan kenyamanan visual Fasilitas Inklusif dengan perencanaan area ramp pada area berundak dan material lantai yang aman di area wudhu agar ramah bagi lansia dan anak-anak. Meningkatkan kenyamanan Thermal dengan merekomendasikan pembaruan desain jendela dan penambahan fitur penghawaan buatan agar ruangan tetap sejuk. Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak secara signifikan bagi masyarakat dalam menciptakan suasan masjid yang nyaman secara spiritial. Dan Secara sosial, Masjid Al-Hikmah kini menjadi lebih siap menjadi pusat interaksi warga yang ramah bagi semua kalangan tanpa terkecuali. Program pengabdian masyarakat ini juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan pengrajin mebeul dan penyedia material di sekitar Cicalengka dalam proses perbaikan fisik masjid nantinya. Dengan adanya konsep desain yang matang, Masjid Al-Hikmah memiliki panduan yang jelas untuk bertransformasi menjadi masjid yang modern, inklusif, dan tetap memegang teguh identitas religiusnya. Program pengabdian masyarakat ini juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan pengrajin mebeul dan penyedia material di sekitar Cicalengka dalam proses perbaikan fisik masjid nantinya. Dengan adanya konsep desain yang matang, Masjid Al-Hikmah memiliki panduan yang jelas untuk bertransformasi menjadi masjid yang modern, inklusif, dan tetap memegang teguh identitas religiusnya. Penulis & Editor: Tim Pengabdian Masyarakat
Lomba Desain Co-Working Space Mahasiswa | FAD iCOnFest 2025 – Faculty of Architecture and Design ITENAS
1. Jenis pelaksanaan kegiatan : Lomba Desain Co-Working Space Mahasiswa di acara FAD iCOnFest 2025 , Faculty of Architecture and Design ITENAS. Merancang ruang kerja bersama yang fungsional, menginspirasi, dan berkelanjutan yang memberdayakan pekerja kreatif serta membentuk budaya kolaborasi masa depan melalui, sistem berpikir, dan pengalaman ruang yang fleksibel. 2. Pihak-pihak yang terlibat : Mahasiswa : Muhammad Bima Putra Pratama NIM : 106032330036 Id’dha Mardealistri NIM : 106032300010 Said Nizam Safarrel NIM : 106032330091 Dosen Pembimbing : Parlindungan Ravelino, S.T., M.Ds. Dosen Wali Widyanesti Liritantri, S.Sn., M.Des. 3. Lokasi pelaksanaan kegiatan : Institut Teknologi Nasional, Bandung 4. Durasi pelaksanaan kegiatan : 25 November – 11 Desember 2025 5. Tujuan pelaksanaan kegiatan : Kompetisi Perancangan Co-Working Space Masa Depan yang mendukung ekosistem pekerja kreatif-fungsional, inspiratif, adaptif dan berkelanjutan 6. Rangkain proses pelaksanaan kegiatan : Pengumpulan berkas lomba : 3 Desember 2025 Presentasi : 11 Desember 2025 Pengumuman Pemenang : 11 Desember 2025 7. Konsep Desain : Menciptakan ruang kerja pada studi kasus Gedung De Majestic yang inklusif, fleksibel, dan inspiratif bagi komunitas start-up, freelance, dan perumahan kecil. Melalui pendekatan desain terhadap aspek area terbuka, lounge santai untuk networking, dan ruang privat, dimuat dalam satu konsep desain Fluid Collaboration in Urban Pulse (connectivity, adaptability, inclusivity, sustainability), guna mengakomodasi ragam fasilitas terkait area fungsional hingga fasilitas khusus dengan fleksibilitas efisiensi penggunaan area yang menyesuaikan kebutuhan aktivitas bagi pengguna ruang (illustrator, seniman, komunitas kreatif dan seni, lifestyle seekers) secara sistem unit modular, hingga ditunjang dengan implementasi material ramah lingkungan dalam wujud panel akustik dari serat daur ulang, penggunaan furniture kayu lokal, serta lantai vinyl eco-friendly.
Recent Comments