Bachelor of Interior Design Telkom University

Author: Dzakwan

Jan
06

PERANCANGAN KERAN & INTEGRASI TEKNOLOGI PADA AREA WUDHU DAARUT TAUHIID

Wudhu Hemat Air di Daarut Tauhiid: Teknologi yang Taat Syariat Di tengah meningkatnya kekhawatiran akan krisis air bersih, satu aktivitas harian umat Muslim sering luput dari perhatian, yaitu wudhu. Padahal, di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia seperti Indonesia, penggunaan air untuk bersuci terjadi jutaan kali setiap hari, terutama di masjid, pesantren, dan institusi keagamaan. Jika tidak dikelola dengan bijak, praktik ini berpotensi menjadi sumber pemborosan air yang signifikan. Ironisnya, pemborosan air saat wudhu justru bertentangan dengan nilai Islam itu sendiri. Rasulullah SAW telah mencontohkan wudhu dengan air yang sangat terbatas, bahkan ketika berada di dekat sumber air yang melimpah. Artinya, persoalan wudhu hemat air bukan sekedar isu teknis, melainkan juga persoalan etika dan konsistensi nilai. Berbagai studi menunjukkan bahwa tingginya konsumsi air wudhu bukan semata-mata disebabkan oleh perilaku jamaah. Faktor desain fasilitas, khususnya keran wudhu, memegang peran besar. Keran konvensional umumnya membiarkan air mengalir terus-menerus tanpa kontrol debit yang jelas, kurang ergonomis, dan sering kali tidak inklusif bagi kelompok tertentu, seperti lansia atau penyandang disabilitas. Akibatnya, air terbuang bahkan sebelum digunakan secara optimal. Persoalan inilah yang menjadi perhatian Yayasan Daarut Tauhiid (DT) di Bandung. Sebagai institusi yang sejak lama mengusung konsep eco green, DT memandang kepedulian lingkungan bukan sebagai agenda tambahan, melainkan sebagai bagian dari praktif ibadah sehari-hari. Area wudhu Masjid Daarut Tauhid, dengan jumlah jamaahnya yang sangat tinggi, kemudian dijakdikan sebagai lokasi pilihan unduk kegiatan kolaborasi inovatif antara nilai syariat Islam, desain, dan teknologi. Melalui program pengabdian masyarakat, Telkom University bekerja sama dengan startup Karla Bionics untuk merancang solusi wudhu hemat air yang tidak hanya efisien, tetapi juga taat syariat dan realistis untuk diterapkan di masjid. Karla Bionics sebelumnya telah mengembangkan Lubna Watertap, sebuah keran hemat air yang dalam uji coba awal mampu mengurangi penggunaan air hingga sekitar 56 persen. Namun, prototipe tersebut masih perlu dikembangkan lebih jauh. Gambar 1. Prototipe Lubna Watertap oleh Karla Bionics, Dokumentasi Penulis 2025 Evaluasi lapangan di Masjid Daarut Tauhiid mengungkap masalah yang kerap terjadi. Mulai dari keran yang tidak ramah pengguna, sistem kontrol air yang masih primitive, serta bagian bawah keran yang cepat rusak dan harus diganti secara keseluruhan. Biaya perawatan pun membengkak, sementara pemborosan air terus berlangsung. Berangkat dari kondisi tersebut, tim Telkom University mengusung pendekatan desain yang tidak hanya menawarkan teknologi canggih, tetapi desain keran yang disusun berdasarkan pengamatan perilaku jamaah, pola gerak tubuh saat wudhu, serta pengamatan perilaku jamaah. Hasilnya adalah tiga alternatif desain keran hemat air yang masing-masing menawarkan keunggulan berbeda. Gambar 2. Desain Keran Uplift Eco Water Tap, Dokumentasi Penulis 2025 Desain pertama, Uplift Eco Water Tap, memodifikasi keran eksisting dengan sistem uplift (tekan dari bawah) yang membuat air mengalir hanya dalam durasi singkat sebelum berhenti otomatis, tanpa memerlukan listrik. Teknik menekan dari bawah akan mempermudah proses berwudhu, yang disesuaikan dengan gerakan berwudhu (mengambil air dari bawah dan mengusapkan ke anggota tubuh). Gambar 3. Desain Keran Extendable Eco Water Tap, Dokumentasi Penulis 2025 Desain kedua, Extendable Eco Water Tap, mengintegrasikan sensor dan selang fleksibel untuk kontrol air yang lebih presisi, meski dinilai masih terlalu kompleks dan mahal untuk implementasi awal. Gambar 4. Desain Keran modifikasi Lubna Watertap, Dokumentasi Penulis 2025 Desain ketiga memodifikasi Lubna Watertap agar tampil lebih familiar, menyerupai keran dispenser yang sudah dikenal luas, dengan pengaturan debit air yang lebih merata dan hemat. Ketiga desain ini kemudian diwujudkan dalam mockup skala penuh menggunakan teknologi cetak 3D dan dipresentasikan secara terbuka dalam sesi pemaparan program pengabdian masyarakat Telkom University. Forum ini dihadiri oleh pimpinan Yayasan Daarut Tauhiid, pengurus masjid, serta pihak Karla Bionics. Sesi tersebut menjadi ruang penting untuk pengambilan umpan balik langsung dari para pemangku kepentingan. Gambar 5. Kegiatan Pemaparan dan Serah Terima, Dokumentasi Penulis 2025 Masukan yang muncul sangat kontekstual dan membumi. Pihak Daarut Tauhiid menekankan pentingnya desain yang sederhana, intuitif, dan memiliki komponen modular, khususnya pada bagian bawah keran, agar perawatan lebih efisien dan tidak membebani anggaran masjid. Jamaah yang datang dari berbagai latar belakang juga menuntut desain yang mudah dipahami tanpa perlu instruksi khusus. Sementara itu, Karla Bionics menyoroti perlunya uji langsung pada pengguna untuk memastikan kenyamanan tetap terjaga. Sebagai tindak lanjut dari pengembangan keran hemat air, kegiatan ini juga merekomendasikan penerapan Smart Wudhu (Ablution) Space Ecosystem sebagai arah pengembangan jangka panjang. Melalui intervensi desain water-saving taps, penataan posisi dan ketinggian keran berbasis ergonomi, serta pemanfaatan gesture atau proximity sensor untuk mengontrol aliran air, penggunaan air dapat ditekan tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah. Integrasi sistem pintar memungkinkan pemantauan konsumsi air secara real-time, sementara simulasi lingkungan (ecotect simulation) digunakan untuk mengoptimalkan tata letak ruang, pencahayaan, dan sirkulasi udara. Menariknya, konsep smart dalam ekosistem ini tidak selalu identik dengan teknologi mahal. Sistem dirancang agar bersifat modular, bertahap, dan kontekstual. Dengan pendekatan ini, Smart Wudhu Ecosystem diharapkan menjadi solusi yang budget friendly, berbiaya perawatan rendah, dan menghasilkan water fixture yang tahan lama. Secara prinsip, inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6 (air bersih dan sanitasi), SDG 9 (inovasi dan infrastruktur), dan SDG 11 (kota dan komunitas berkelanjutan), serta mendukung standar Green Building Council Indonesia (GBCI), terutama pada aspek Water Conservation (WAC) dan Energy Efficiency and Conservation (EEC). Respons jamaah terhadap program ini pun positif. Berdasarkan kuesioner, seluruh responden menyatakan bahwa program ini sesuai dengan kebutuhan mereka dan layak dilanjutkan. Lebih dari sekadar inovasi teknis, program ini membuka ruang refleksi bahwa keberlanjutan lingkungan dapat dimulai dari praktik ibadah paling dasar. Dari Bandung, inisiatif wudhu hemat air di Daarut Tauhiid memberi pesan penting bagi publik: kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu menuntut perubahan besar dan mahal. Ia bisa dimulai dari hal sederhana. Mulai dari cara kita membuka keran, dan cara kita memaknai ibadah. Ketika spiritualitas dan tanggung jawab ekologis berjalan beriringan, maka wudhu bukan hanya menyucikan diri, tetapi juga menjaga bumi. https://youtu.be/x2HOae5dUe0?si=u7urG-lJG5mhQ567%20 Ketua Tim : Athifa Sri Ismiranti, S.Ds., M.Arch. (NIP: 22940036) Anggota Dosen : Akhmadi, S.T., M.Ds. (NIP: 22930022) Raisya Rahmaniar Hidayat, S.Sn, M.Arch. (NIP: 25950002) Anggota Mahasiswa : Ahmad Khairul Fatah Musyaffa (NIM: 1603223078) Yaasmin Amanda (NIM: 1603223094) Anandira Putra Darmawan (NIM: 1603223197)

DETAIL
Jan
05

FURNITURE MULTIFUNGSI: PERANCANGAN FURNITURE FASILITAS AJAR ANAK USIA DINI DENGAN PENDEKATAN PARTISIPATORI PADA YAYASAN MIFTAHUL ‘ULUUM

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap penting dalam membentuk kemampuan kognitif, sosial, emosional, dan motorik anak. Pada fase ini, anak belajar melalui eksplorasi dan pengalaman langsung, sehingga ruang belajar dan fasilitas pendukungnya perlu dirancang secara aman, nyaman, dan stimulatif. Namun demikian, masih banyak lembaga PAUD di Indonesia yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana, khususnya furnitur yang belum dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak usia dini. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran yang seharusnya berlangsung dalam suasana menyenangkan dan mendukung tumbuh kembang anak. Permasalahan tersebut menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yaitu Perancangan Furniture Multifungsi sebagai Fasilitas Ajar Anak Usia Dini dengan Pendekatan Partisipatori pada Yayasan Miftahul ‘Uluum. Kegiatan ini berfokus pada perancangan furnitur aplikatif dan multifungsi untuk mendukung aktivitas belajar mengajar di Raudhatul Athfal (RA) Miftahul ‘Uluum yang berlokasi di Cisaranten Kulon, Kota Bandung. Dengan menggunakan metode kualitatif, yaitu observasi lapangan, wawancara, serta diskusi partisipatif, tim pengabdian masyarakat Telkom University yang terdiri dari Kiki Putri Amelia, Widyanesti Liritantri, dan Rexha Septine Faril Nanda, bersama mahasiswa, mengusulkan solusi berupa perancangan furnitur multifungsi berbasis pendekatan partisipatoris. Solusi ini dirancang untuk menjawab keterbatasan ruang kelas PAUD agar tetap fungsional, ergonomis, aman, serta sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak usia dini di Yayasan Miftahul ‘Uluum. Pendekatan partisipatoris diterapkan dengan melibatkan mitra secara langsung dalam seluruh tahapan perancangan, mulai dari penggalian kebutuhan, penyusunan konsep desain, hingga evaluasi hasil rancangan. Melalui pendekatan ini, pengguna tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam proses desain, sehingga hasil perancangan diharapkan lebih tepat guna dan aplikatif. Dalam perancangannya, furnitur yang diusulkan mengintegrasikan beberapa fungsi dalam satu elemen, seperti area pajang karya siswa, panel aktivitas kreatif, serta rak penyimpanan barang pribadi anak. Furnitur dirancang dengan mempertimbangkan aspek ergonomi anak usia dini, keamanan material, kemudahan perawatan, serta fleksibilitas penggunaan. Pemilihan warna cerah digunakan sebagai elemen visual yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tanpa memberikan distraksi berlebih terhadap kegiatan belajar mengajar. Proses kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di ruang kelas RA Miftahul ‘Uluum. Rangkaian kegiatan meliputi observasi lanjutan, pemaparan hasil desain, diskusi dan evaluasi bersama mitra, serta implementasi desain dalam bentuk furnitur skala 1:1 yang kemudian diserahterimakan kepada pihak yayasan. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa hasil perancangan dapat langsung dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya menghasilkan produk furnitur fisik, tetapi juga memberikan transfer pengetahuan kepada pengelola yayasan dan guru terkait pemanfaatan, penataan, serta pemeliharaan furnitur agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Selain itu, hasil kegiatan ini berpotensi menjadi model pengembangan furnitur ajar bagi lembaga PAUD lain dengan karakteristik ruang dan kebutuhan serupa. Menurut hasil umpan balik dari pihak Yayasan Miftahul ‘Uluum, kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan mitra. Mitra mengapresiasi pendekatan partisipatoris yang diterapkan oleh tim abdimas karena mampu menghasilkan furnitur yang fungsional, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran anak usia dini. Mitra juga berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut pada periode pengabdian masyarakat berikutnya. Melalui kegiatan ini, tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas lingkungan belajar anak usia dini serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran yang layak dan inklusif. Ketua Tim: Kiki Putri Amelia (NIP: 23910012) Anggota Dosen: Widyanesti Liritantri (NIP: 23790005) Rexha Septine Faril Nanda (NIP: 23960022) Anggota Mahasiswa N. Azmil Kamalt (NIM: 1603223127) Luthfan Haikal Abdillah (NIM: 1603223172) Hasna Kirana Thufailah Jayasaputra (NIM: 1603223157) Favya Naufa Riani (NIM: 1603223179)

By Dzakwan | Uncategorized @id
DETAIL
Jan
05

FURNITURE SIMPAN SEBAGAI SOLUSI PENINGKATAN PELAYANAN ADMINISTRASI POSYANDU BUNCIS, ARCAMANIK, BANDUNG

Posyandu sebagai fasilitas kesehatan berbasis masyarakat memegang peran penting dalam pencatatan dan pemantauan tumbuh kembang bayi, balita, ibu hamil, hingga lansia. Keberhasilan pelayanan Posyandu tidak hanya ditentukan oleh tenaga kesehatan dan kader, tetapi juga sangat bergantung pada ketersediaan sarana pendukung, khususnya fasilitas penyimpanan dokumen administrasi. Permasalahan inilah yang menjadi perhatian Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Telkom University dalam kegiatan pendampingan desain furniture simpan di Posyandu BUNCIS, Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Posyandu BUNCIS secara rutin melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan sebulan sekali bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Namun, hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa fasilitas penyimpanan dokumen masih sangat terbatas dan bersifat seadanya. Dokumen penting masyarakat disimpan dalam lemari terbuka hasil sumbangan warga, tanpa sistem pengamanan dan pengelompokan yang memadai. Kondisi ruang yang lembap juga menyebabkan penurunan kualitas material lemari kayu, sehingga berpotensi merusak arsip administrasi Posyandu. Melalui diskusi dengan kader dan Ketua Posyandu, Tim PKM Telkom University yang terdiri dari Fajarsani Retno Palupi, Rexha Septine Faril Nanda, dan Titihan Sarihati dari Program Studi Desain Interior, merumuskan solusi desain berupa fasilitas furniture simpan yang lebih aman, ergonomis, dan sesuai dengan karakter aktivitas Posyandu. Pendekatan ini menempatkan kebutuhan pengguna sebagai dasar perancangan, sekaligus mempertimbangkan keterbatasan ruang dan multifungsi bangunan Posyandu yang juga kerap digunakan untuk rapat warga dan kegiatan pemilu. Dalam kegiatan PKM ini, metode yang digunakan meliputi survei lapangan, penggalian data kebutuhan pengguna, proses perancangan desain, hingga evaluasi. Tim PKM mengusulkan desain lemari dokumen tertutup berbahan logam dengan bidang kaca transparan pada pintu. Pemilihan material logam dilakukan untuk menjawab permasalahan kelembapan ruang, daya tahan terhadap beban dokumen, serta kemudahan perawatan jangka panjang. Sementara itu, penggunaan kaca memungkinkan kader Posyandu melihat susunan dokumen tanpa harus membuka lemari, sehingga proses kerja menjadi lebih efisien. Desain furniture simpan ini dirancang untuk menampung dokumen dengan ukuran beragam, mulai dari kertas letter hingga legal, dengan sistem penyusunan berjajar menyamping. Tinggi lemari disesuaikan dengan jangkauan ergonomis pengguna, sehingga dokumen tetap mudah diakses tanpa menimbulkan risiko cedera. Prinsip ergonomi dan antropometri menjadi pertimbangan utama agar aktivitas mengambil dan mengembalikan dokumen dapat dilakukan dengan nyaman dan aman oleh kader Posyandu. Selain merancang furniture simpan, Tim PKM juga mengusulkan penataan ulang layout ruang Posyandu. Area penyimpanan ditempatkan di bagian dalam ruang, dekat dengan area konsultasi, namun tetap terlindungi dari akses pengunjung umum. Penataan ini bertujuan untuk menjaga keamanan dokumen, memperlancar sirkulasi ruang, serta menciptakan tampilan ruang Posyandu yang lebih rapi dan tertata. Melalui implementasi desain ini, proses administrasi Posyandu diharapkan menjadi lebih terorganisir, efektif, dan efisien. Dokumen perkembangan kesehatan masyarakat dapat tersimpan dengan baik, mudah diakses saat dibutuhkan, dan terlindungi dari kerusakan. Dampak tidak langsungnya adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, karena kader dapat bekerja lebih fokus dan cepat dalam melayani masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mendapat respons positif dari pihak Posyandu BUNCIS. Kader Posyandu menilai bahwa solusi desain yang ditawarkan sangat relevan dengan kebutuhan lapangan dan dapat meningkatkan profesionalisme pengelolaan administrasi. Ke depan, program ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan berbasis desain interior yang fungsional dan berkelanjutan. Dengan dukungan desain furniture simpan yang tepat guna, Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai ruang komunitas yang tertata, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Ketua TimFAJARSANI RETNO PALUPI (NIP: 14870002) Anggota TimREXHA SEPTINE FARIL NANDA (NIP: 23960022)TITIHAN SARIHATI (NIP: 15730015) Anggota MahasiswaARIF NUGROHO (NIM: 1603223090)LUTHFAN HAIKAL ABDILLAH (NIM: 1603223172)

DETAIL
Jan
03

Pelatihan Seni Rupa di Masjid Al Hasanah – Cisaranten Kulon

Pelatihan Seni Rupa dan Mural Kaligrafi di Masjid Al Hasanah Cisaranten Kulon oleh Tim Pengabdian Masyarakat Telkom University. Cisaranten Kulon, Desember 2025 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dari Telkom University telah sukses melaksanakan program pelatihan seni rupa yang berfokus pada pembuatan mural kaligrafi di Masjid Al Hasanah, Cisaranten Kulon, Bandung. Kegiatan ini berlangsung selama bulan November hingga Desember 2025, dan melibatkan partisipasi aktif dari warga sekitar, khususnya remaja masjid dan komunitas seni lokal. Kegiatan ini diketuai oleh Donny Trihanondo, SDs., MDs., dengan anggota tim Dr. Soni Sadono dan Gema Ariprahara. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan dasar-dasar seni rupa kepada masyarakat serta meningkatkan apresiasi terhadap seni kaligrafi Islam sebagai bagian dari identitas budaya dan spiritual masjid. Pelatihan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengenalan teknik dasar menggambar, pemilihan konsep visual, hingga proses pembuatan mural kaligrafi secara langsung di area dinding luar Masjid Al Hasanah. Hasil akhir dari kegiatan ini berupa sebuah mural kaligrafi berukuran besar yang kini menjadi ikon visual baru di lingkungan masjid, sekaligus memperindah dan memperkuat atmosfer religius di kawasan tersebut. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata Telkom University dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan seni dan budaya. Diharapkan, hasil kegiatan ini tidak hanya memberikan nilai estetis, tetapi juga mampu menjadi media edukasi dan inspirasi bagi generasi muda di Cisaranten Kulon. Ketua Tim: Donny Trihanondo (NIP: 10840063) Anggota Tim 1: Soni Sadono (NIP: 13660045) Gema Ariprahara (NIP: 22750001)

DETAIL
Des
30

Inovasi Wall Treatment Multifungsi untuk Monitoring Tumbuh Kembang Anak di Pos PAUD Fathonah Bandung

Pos PAUD Fathonah yang berlokasi di Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini. Lembaga yang didanai secara swadaya oleh Desa Lengkong ini tidak memungut biaya pendidikan dari peserta didik, sehingga menjadi tumpuan penting bagi masyarakat sekitar dalam menyediakan pendidikan yang inklusif dan terjangkau. Memasuki tahun ajaran 2024–2025, jumlah siswa Pos PAUD Fathonah mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini turut berdampak pada meningkatnya kebutuhan sarana penunjang pembelajaran, salah satunya fasilitas pengukuran tinggi badan anak sebagai bagian dari pemantauan tumbuh kembang. Hal ini menjadi semakin penting mengingat Pos PAUD Fathonah juga berfungsi sebagai Posyandu pada akhir pekan. Namun demikian, keterbatasan ruang menjadi tantangan utama dalam menghadirkan fasilitas monitoring tumbuh kembang anak yang ideal. Menanggapi permasalahan tersebut, tim dosen Desain Interior Universitas Telkom menghadirkan solusi inovatif berupa wall treatment multifungsi yang mengintegrasikan alat pengukur tinggi badan anak dengan Alat Permainan Edukatif (APE) yang ergonomis dan ramah anak. Desain wall treatment sebagai unit monitoring ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan ruang yang terbatas tanpa mengurangi fungsi edukatif. Selain berperan sebagai media pengukuran tinggi badan, desain ini juga dilengkapi elemen bermain seperti panel magnetik untuk puzzle huruf dan angka, kain flanel untuk permainan tempel-lepas, serta papan tulis kecil yang aman digunakan anak. Kehadiran elemen bermain diharapkan dapat menciptakan suasana menyenangkan sehingga anak-anak lebih bersemangat dan tidak merasa cemas saat dilakukan pengukuran. Dalam perancangannya, tim mempertimbangkan data antropometri anak usia dini guna memastikan keamanan, kenyamanan, serta mendukung kemandirian anak. Material yang digunakan pun dipilih secara cermat, mulai dari papan MDF berlapis cat non-toxic, stiker vinyl anti air dengan visual menarik, hingga laminasi bening untuk melindungi angka pengukuran. Seluruh material dirancang agar aman, tahan lama, mudah dibersihkan, dan ramah anak. Lebih dari sekadar elemen interior, pojok pengukuran ini juga memiliki potensi besar dalam pemberdayaan masyarakat. Proses pembuatannya melibatkan tukang lokal, sementara kader Posyandu berperan dalam mengintegrasikan pemantauan pertumbuhan anak dengan kegiatan kesehatan. Orang tua dan wali murid pun diajak berpartisipasi dalam perawatan serta pengelolaan fasilitas, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya bermain sambil belajar dalam mendukung tumbuh kembang anak. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat ini, Pos PAUD Fathonah diharapkan tidak hanya memiliki fasilitas yang fungsional dan edukatif, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Inovasi ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Bermutu dan poin 9 tentang Infrastruktur, Industri, dan Inovasi. Dengan pendekatan desain yang ergonomis dan berkelanjutan, solusi ini diharapkan dapat menjadi model standar inovasi fasilitas pendidikan anak usia dini di masa depan. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat antusiasme mitra, yakni pengelola Pos PAUD Fathonah beserta masyarakat sekitar, sangat tinggi terhadap keberlanjutan program. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif mitra dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga diskusi pengembangan lanjutan unit monitoring tumbuh kembang anak. Mitra menunjukkan komitmen kuat untuk merawat, memanfaatkan, serta mengembangkan fasilitas wall treatment multifungsi yang telah dirancang agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Antusiasme ini menjadi indikator positif bahwa program tidak hanya menjawab kebutuhan nyata di lapangan, tetapi juga memiliki potensi keberlanjutan yang baik melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, orang tua, dan masyarakat setempat. TIM DOSEN: IMTIHAN HANOM (NIP: 15870084) RIZKA RACHMAWATI (NIP: 14890047) TITIHAN SARIHATI (NIP: 15730015) MAHASISWA: NAJA HAFSADIYA (NIM: 1603223126) RIFKA PARSYA SABILA (NIM: 1603223155) SALMA NAFISA ADZANI (NIM: 1603223067)

DETAIL
Secret Link